Chelsea mendapatkan satu tiket ke final Piala Liga Inggris 2021/22 setelah menang 1-0 untuk sekaligus mewujudkan agregat 3-0 melawan Tottenham Hotspur, Kamis (13/1) dini hari WIB.
Seusai menang 2-0 di leg pertama semi-final yang digelar di Stamford Bridge pada awal bulan, Chelsea menatap pertemuan di Tottenham Hotspur Stadium dengan percaya diri, dan mereka menang berkat gol Antonio Rudiger pada menit ke-18.
Chelsea kembali menerapkan formasi dengan empat bek di belakang, dan yang menjadi sorotan adalah posisi Malang Sarr yang ditempatkan sebagai fullback kiri. Pemain kelahiran 1999 itu tiada canggung, dan mantap menuntaskan 90 menitnya di laga ini.
Thomas Tuchel menegaskan bahwa Sarr punya kapabilitas untuk tampil di posisi tersebut, dan manajer asal Jerman itu punya kepercayaan terhadap sang pemain. Sarr memang minim kepercayaan sejauh ini, tapi penampilannya kontra Spurs bisa membuka jalan untuk menit tambahan pada sisa kampanye 2021/22.
“Dia bisa bermain sebagai fullback seperti yang dia lakukan hari ini, sejajar dengan pemain sayap di depannya. Dia bisa bermain sebagai bek tengah atau di kiri dalam formasi tiga bek," ungkap Tuchel selepas pertandingan.
“Saat ini dia layak bermain. Dia bermain bagus saat dibutuhkan. Dia sangat menyadari perannya. Dari sana dia mengambil apa yang bisa dia dapatkan. Dia harus bekerja keras dan tetap rendah hati. Dia baik-baik saja, dia solid, dia konsisten dan itulah yang kami butuhkan," sambung Tuchel.
Tuchel juga membahas bagaimana formasi dengan empat bek bisa menjadi alternatif yang bagus, dan sejauh ini terbukti bahwa para pemain Chelsea masih tetap nyaman memainkan formasi tersebut.
“Kami telah memainkannya dua kali dan kedua pertandingan itu sangat bagus. Kami berkomitmen pada struktur, disiplin dan bekerja dengan baik untuk tim, penghargaan penuh untuk mereka. Mereka terbuka untuk penyesuaian," beber eks manajer Paris Saint-Germain ini.
“Ini harus sesuai dengan apa yang kami harapkan, dan ruang mana yang kami harapkan untuk ditemukan, tetapi itu memberi kami lebih banyak opsi dan membuat kami kurang dapat diprediksi.”




