Manajer Chelsea Thomas Tuchel melempar perang urat saraf menjelang leg kedua perempat-final Liga Champions Eropa (UCL) melawan Real Madrid di Stadion Bernabeu, Rabu (13/4) dini hari WIB.
Chelsea bermodalkan kekalahan 3-1 saat berangkat ke Madrid. Chelsea membutuhkan kemenangan dengan selisih tiga gol bila ingin langsung melaju ke semi-final, mengingat kompetisi Eropa musim ini tidak menerapkan sistem gol tandang.
Tuchel menganggap tidak mudah membalikkan keadaan di kala mereka harus menghadapi tim seperti Madrid di kandangnya. Secara tidak langsung Tuchel menyebutkan kans Chelsea untuk melaju ke semi-final sangat tipis. Hanya sebuah keajaiban yang bisa membuat The Blues melangkah ke empat besar.
“Kami tidak membutuhkan apa pun kecuali cerita yang fantastis jika kami ingin mengatasi ini. Tantangannya sangat tinggi, mengingat situasi di leg pertama, dan melihat di mana dan siapa yang kami lawan,” ujar Tuchel dikutip laman The Guardian.
“Bermimpi sah-sah saja. Terkadang sangat penting untuk membayangkan banyak hal, dan memimpikannya. Tetapi itu tidak mengubah fokus dari kenyataan kami harus bermain dan dalam kondisi siap.”
Kendati demikian, Tuchel tidak melupakan aspek penting dalam olahraga: tekad dan keyakinan. Menurut Tuchel, Chelsea akan mengerahkan kemampuan terbaik mereka untuk membalikkan keadaan.
“Peluang apa yang kami punya? Bukan peluang yang besar. Tapi kami tidak pernah mengelola tekad dan keyakinan berdasarkan peluang yang kami miliki. Mencoba berarti kami akan bermain dengan batasan penuh,” imbuh Tuchel.
“Mencoba menjadi sesuatu yang patut dilakukan di olahraga. Itu adalah keindahan pertandingan di mana kemungkinan selalu terjadi. Kami akan mencoba segalanya, dari sana kita akan lihat [apa yang terjadi].”
“Semoga keyakinan tumbuh dalam pertandingan melalui aksi kami, dan berharap kami bisa mewujudkan mimpi [menjadi kenyataan]. Tapi sejujurnya, kami harus berada di level paling atas.”
Chelsea bertolak ke Madrid tanpa membawa Ross Barkley, Ben Chilwell, Callum Hudson-Odoi, dan Romelu Lukaku, yang terkendala cedera. Walau begitu, Cesar Azpilicueta bisa dibawa setelah dinyatakan pulih dari COVID-19.




