Keputusan Lionel Messi, gabung Paris Saint-Germain (PSG), membuat kaget Thomas Tuchel. Manajer Chelsea tersebut tidak menyangka sama sekali bintang Argentina itu pergi dari Barcelona.
Messi memutuskan gabung PSG dengan durasi masa bakti selama dua musim plus opsi perpanjangan satu musim. Di klub Prancis tersebut ia memilih menggunakan nomor 30.
PSG mendapatkan Messi, tanpa mengeluarkan biaya transfer sepeser pun karena kontraknya dengan Barcelona sudah habis sejak akhir Juni 2021. Sebelum berlabuh di Parc des Princes, ia diincar Atletico Madrid, dan Manchester City.
"Messi adalah pemain yang bagus untuk tim mana pun di seluruh dunia. Saya sedikit sedih karena Messi takkan mengakhiri kariernya di Barcelona. Messi dan Barcelona itu satu," kata Tuchel, kepada Canal +.
"Sekarang, seperti halnya setiap pelatih, pelatih PSG [Mauricio Pochettino] harus melakukan pekerjaannya," sosok berusia 47 tahun tersebut.
Sejatinya, Messi telah sepakat meneken kontrak baru dengan Barcelona. Namun, tidak jadi terlaksana karena adanya aturan pengeluaran gaji untuk setiap klub yang diterapkan di LaLiga Spanyol.
Suasana haru menyelimuti pidato perpisahan Messi di Barcelona, pada Minggu (8/8). Suami Antonela Roccuzzo itu sampai meneteskan air mata sembari sesekali mengusap ingus yang keluar dari hidungnya.
Selama 21 tahun membela Barcelona, Messi sudah mendapat 34 trofi dari semua ajang yang diikuti. Ia juga mampu enam kali menyabet penghargaan pemain terbaik dunia alias Ballon d'Or.




