Thomas Tuchel Chelsea 2022Getty Images

Thomas Tuchel Terlalu Brutal, Penyerang Chelsea Tak Kuat & Pingin Cabut

Beberapa penyerang Chelsea dikabarkan mulai tidak betah atas perlakuan 'brutal' Thomas Tuchel dan bisa mendesak untuk dilepas musim panas nanti.

Tuchel ditunjuk sebagai pengganti Frank Lampard di pinggir lapangan Stamford Bridge setahun lalu dan telah memandu The Blues menjuarai Liga Champions 2021 sebelum mendorong mereka menjadi kandidat juara Liga Primer Inggris pada paruh pertama musim 2021/22.

Namun badai cedera, Covid-19, dan performa buruk sepanjang Desember hingga Januari memupuskan asa juara Chelsea. Kini mereka terjembab ke peringkat ketiga, 10 poin di bawah pemuncak Manchester City dan satu poin di bawah Liverpool, meski The Reds masih menyisakan dua laga.

Salah satu faktor terbesar terseoknya mereka adalah produktivitas penyerang Chelsea yang bikin geleng-geleng kepala.

Jika digabung, Romelu Lukaku, Timo Werner, Kai Havertz, Christian Pulisic, Callum Hudson-Odoi, dan Hakim Ziyech hanya mampu mengemas 15 gol di Liga Primer musim ini, dibandingkan dengan penyerang Liverpool Mohamed Salah yang sudah mencetak 16 gol sendirian.

Menurut The Athletic, produktivitas minim ini memicu amarah Tuchel, yang disebut tidak tanggung-tanggung ketika mengritik penyerangnya.

Sikap manajer asal Jerman itu digambarkan sebagai 'brutal', ia selalu mengecam pemainnya dengan keras ketika mereka melakukan kesalahan atau gagal memanfaatkan peluang di latihan dan pertandingan.

Laporan itu pun mengklaim situasi ini membuat semangat dan mood para penyerang menurun, sampai-sampai ada yang mempertimbangkan untuk hengkang.

Selain itu Tuchel terlalu sering merotasi posisi penyerang, sehingga menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan diri saat memegang bola dan kesulitan membangun chemistry di lapangan.

Beberapa pemain juga merasa sang manajer memilih tim berdasarkan emosi alih-alih tingkat kebugaran dan pencapaian.

Ruang ganti Chelsea disebut diselimuti rasa muram saat rentetan hasil buruk, namun klaim tersebut bertolak belakang dengan apa yang para pemain katakan di depan publik akhir-akhir ini.

Kemenangan mantap 2-0 atas Tottenham, Minggu (23/1), berpotensi meningkatkan mood mereka, dengan Ziyech dan Hudson-Odoi tampil dengan jauh lebih baik terutama nama pertama yang juga mencetak gol spektakuler untuk membuka keunggulan tim tuan rumah.

Iklan