Manajer Chelsea Thomas Tuchel menentang perubahan pada format Liga Champions, yang akan membuat klub memainkan lebih banyak pertandingan di babak penyisihan grup.
The Blues terhitung akan menyelesaikan 58 atau 59 pertandingan selama musim ini, dan jumlah itu akan bertambah di masa depan, dengan empat pertandingan tambahan yang ada di fase grup Liga Champions mulai 2024.
Seiring dengan UEFA Nations League yang diuubah dan proposal baru Piala Dunia Antarklub milik FIFA, Tuchel percaya bahwa pemain di klub-klub top didorong untuk melampaui batas fisik mereka.
"Saya tidak yakin apakah saya menyukainya karena saya hanya bisa melihat lebih banyak pertandingan dalam jadwal yang kami miliki. Sangat sulit bagi saya untuk bersemangat tentang itu," kata Tuchel jelang semi-final Liga Champions kontra Real Madrid.
"Dengan diskusi tentang Liga Super ini, kami lupa bahwa kami sekarang memiliki format baru di Liga Champions. Apakah mereka bertanya kepada pelatih tentang itu? Saya kira tidak. Apakah mereka bertanya kepada pemain tentang itu? Saya tidak berpikir begitu."
"Kami memiliki Nations League, kejuaraan baru untuk klub-klub, lebih banyak hal dan lebih banyak pertandingan. Euro di musim panas hanya membuat pertandingan menjadi lebih banyak. Siapa yang harus memainkan permainan ini?"
"Pada saat yang sama, kami hanya memiliki tiga pergantian pemain per laga di Liga Primer. Tidak, saya tidak senang dengan format ini."
Setelah presiden Los Blancos Florentino Perez memimpin proyek ESL dan secara terbuka mengumumkan rencananya, klub-klub Inggris, termasuk Chelsea, dipuji oleh presiden UEFA Aleksander Ceferin karena mengundurkan diri lebih awal dan membatalkan rencana tersebut.
Ceferin juga mengatakan bahwa klub Inggris akan menerima keringanan sanksi UEFA dibandingkan dengan klub Spanyol dan Italia yang terlibat dalam ESL. Menjelang pertandingan melawan Madrid, Rabu (28/4) WIB, Tuchel senang bahwa baik Chelsea maupun Los Blancos tidak dikeluarkan dari kompetisi musim ini sebagai hukuman.
"Kami pantas berada di semi-final seperti Real Madrid," tambahnya.
"Kami tidak pantas mendapatkannya karena keputusan politik, atau pengaruh, atau ukuran atau jersey yang bagus; kami pantas mendapatkannya karena kami menempuh perjalanan jauh."
"Saya adalah bagian darinya sejak fase sistem gugur. Semua tim telah menempuh perjalanan panjang. Mereka telah berjuang keras untuk meraih hasil positif di kompetisi terberat Eropa. Jadi, tentu saja kami pantas bermain di semi-final."
"Jika ada masalah pada level politik di olahraga, maka itu harus diselesaikan di sini, bukan pada kompetisi yang tidak terpengaruh. Saat ini, kami pantas, melalui kompetisi ini, berada di sana."
"Itulah mengapa kami sangat percaya diri dan menantikan untuk memainkan laga ini di level tertinggi karena itulah yang kami impikan saat kami masih anak-anak."
Pelatih Madrid Zinedine Zidane telah berulang kali ditanya tentang apakah wasit UEFA akan menghukum timnya atas peran klubnya dalam rencana ESL, dan Tuchel juga diminta untuk mengomentari masalah tersebut oleh wartawan Spanyol.
"Saya percaya 100 persen pada wasit dan pada UEFA serta pada kompetisi," kata Tuchel. "Saya percaya 100 persen bahwa setiap wasit UEFA berkualitas. Kami membutuhkan wasit terbaik karena itu sangat, sangat sulit."


