Thibaut Courtois BelgiumGetty Images

Thibaut Courtois Murka Belgia Dikabarkan Ada Perpecahan

Penjaga gawang Thibaut Courtois murka dengan pemberitaan adanya perpecahan di Belgia, dan menyatakan orang yang mengeluarkan isu itu karirnya akan berakhir di tim naasional.

Selepas dikalahkan Maroko 2-0 pada matchday kedua Grup F, sejumlah media menyebutkan adanya keretakan di kubu Belgia yang melibatkan Jan Vertonghen, Kevin De Bruyne, dan Eden Hazard.

Courtois menyatakan, kekalahan dari Maroko memang membuat penggawa Belgia terlalu larut dalam emosi. Namun ia menganggapnya sebagai hal yang wajar, dan itu tidak membuat adanya perpecahan di dalam tim.

“Tidak ada masalah dalam tim. Itu hanya upaya pihak luar untuk menciptakan masalah internal. Tentu saja tidak ada yang senang setelah kekalahan. Tetapi itu membuat kami makin kompak, karena kami tahu harus memberikan segalanya pada hari Kamis (melawan Kroasia),” tegas Courtois dikutip laman Walfoot.

“Saya orang pertama yang marah setelah pertandingan, Anda bisa melihat gambarnya. Tapi kekhawatirannya adalah ada terlalu banyak kebohongan di sekitar tim, di media, di jejaring sosial, dan segala sesuatunya diterima begitu saja oleh dunia.”

“Sebagai sebuah tim, kami tidak bisa membiarkan negativisme ini mempengaruhi kami. Kami berbicara satu sama lain, atau secara individu, atau berbicara dalam tim untuk menyelesaikan semuanya bersama-sama.”

“Apa yang dikatakan media tidak selalu benar. Siapa yang membocorkan ini? Kami tidak perlu tahu itu. Jika itu keluar [dari dalam tim], itu menjadi hari terakhirnya di tim nasional.”

Courtois juga membantah generasi emas Belgia sudah habis, mengingat mereka sudah berusia kepala tiga. Menurut kiper Real Madrid ini, usia tidak memberikan pengaruh besar kepada pemain. Ia mencontohkan kesuksesan Real Madrid menjadi jawara Liga Champions.

“Di Real Madrid, Karim Benzema memenangkan Ballon d'Or di usia 34 tahun, Luka Modric masih menjadi starter di usia 37 tahun. Tanyakan juga kepada [Lionel] Messi dan [Cristiano] Ronaldo. Usia memang ada, tapi bukan berarti segalanya,” tegas Courtois.

“Anda hanya harus bermain berbeda sebagai sebuah tim. Saya tidak berpikir kami terlalu tua. Ada lebih banyak pengalaman di sini. Kami memiliki tim yang cukup tua bersama Real Madrid, dan memenangkan Liga Champions.”

Iklan
0