Thiago Silva PSGGetty Images

Thiago Silva Bukan Solusi Terbaik Masalah Pertahanan Chelsea

Ketika tim-tim Liga Primer Inggris memilih bersikap hati-hati di bursa transfer pemain, Chelsea justru menggandakan usaha dengan mengeluarkan jutaan euro mendatangkan bintang baru ke Stamford Bridge. 

Seolah tidak puas telah menggaet sejumlah pemain dengan potensi hebat, the Blues mendatangkan Thiago Silva dan menaruh kepercayaan terhadap kualitas bintang asal Brasil yang sarat pengalaman itu untuk memperbaiki sektor pertahanan. 

Meski punya stok bek tengah yang memadai, Chelsea kesulitan menutup lubang benteng pertahanan pada musim lalu. Dipimpin Frank Lampard, mereka berhasil mengamankan peringkat keempat sekaligus menyegel satu tempat di Liga Champions. Akan tetapi, dengan jumlah kebobolan 54, mereka adalah tim papan atas dengan catatan kebobolan terburuk. 

Mantan kapten Brasil itu digaet secara gratis dari Paris Saint-Germain dengan kontrak satu tahun plus opsi perpanjangan satu musim, dan the Blues berharap statistik negatif di lini belakang dapat diperbaiki. 

Pintar, tenang, jago duel udara dan punya kemampuan membaca situasi yang baik, Silva adalah salah satu pemain paling konsisten bagi PSG dan timnas dalam beberapa tahun ke belakang. 

Silva juga dikenal sebagai seorang pemimpin setelah mengemban ban kapten Brasil, PSG dan AC Milan sebelum bergerak ke Ligue 1. Sejumlah laporan menyebutkan Silva akan dengan mudah menyegel satu tempat di skuad Lampard mengingat ketenangannya begitu diperlukan dan memang faktor ini yang jadi kelemahan tim. 

"Salah satu yang terbaik yang pernah bermain dengan saya. Silva adalah legenda yang telah mengukuhkan nama di sejarah klub," seru Kylian Mbappe terhadap mantan kaptennya. 

Bersama Lampard, lini depan Chelsea memang buas, gaya bermain terbuka yang mereka usung membuat lini belakang berpotensi dieksploitasi lawan dan Silva harus bermain di gaya sepakbola baru setiap minggunya andai memang langsung dimasukkan di tim utama. 

Bakal berusia 36 hanya dua pekan setelah musim baru dimulai, Silva harus bekerja keras untuk menjawab segala ekspektasi para loyalis Chelsea. 

Usia Silva jauh lebih tua dibandingkan dengan bek tengah lainnya yang dihubungkan dengan Chelsea. Ben White - berkibar bersama Leeds United sebagai pemain pinjaman dari Brighton - dan pemain West Ham Declan Rice. 

White baru berusia 22 sementara Rice 21. Tidak satupun dari mereka yang bisa diboyong ke London karena Brighton dan West Ham enggan membuka pintu negosiasi. Kedua pemain tersebut dibanderol £30 juta sehingga jelas Silva adalah solusi cepat. 

Tidak ada figur seperti Virgil van Dijk yang bisa didapatkan Lampard untuk merombak ulang lini belakang. Pertahanan mereka sekarang diperkuat oleh Ben Chilwell yang didapat seharga £50 juta. Terkait minimnya pemain dengan kualitas terbukti di sektor tengah pertahanan untuk jangka panjang, maka Silva adalah solusi sementara. 

Pertanyaan ketahanan Silva di Liga Primer dan Chelsea menyeruak ke atas. Bek tengah Lampard pada musim lalu selalu dituntut bekerja kerasl tidak peduli jika sang pelatih mengambil solusi dua atau tiga pemain pemain. 

Seringkali Chelsea kelimpungan menghadapi serangan balik, sebuah kelemahan yang dinilai dimulai dari lini depan dan gelandang. Ketika bahaya mendekat ke jantung pertahanan, para pemain the Blues sudah terlambat memberikan reaksi. 

Di tahap karier seperti sekarang, pergerakan Silva mungkin akan lebih bersifat metodis atau taktikal. PSG biasa memainkan gaya possession football dan sangat jarang dihantam serangan balik. 

Kemampuan Silva membaca permainan memang di atas rata-rata, tetapi dia tidak punya anugerah fisik sehebat Presnel Kimpembe atau Marquinhos. Kedua pemain muda itu lebih cepat dan eksplosif, mereka lebih siap berduel ketimbang Silva. 

Lebih jauh lagi, Kepa Arrizabalaga biasanya lebih nyaman berada di area gawangnya sendiri. Bukan rahasia lagi jika Lampard ingin mencari penggantinya namun gaji besar sang penjaga gawang membuat klub kesulitan mencari tim peminat. 

Memang akan sulit membayangkan catatan kebobolan Chelsea membaik jika tidak ada perubahan signifikan di sektor bawah mistar gawang. 

Tetapi uang Chelsea sudah dihabiskan ke sektor lain. Chillwell, Hakim Ziyech, Timo Werner dan tidak lama lagi Kai Havertz. Hanya sedikit ruang bagi the Blues untuk bermanuver merombak lini belakang. Itulah mengapa klub mengambil opsi murah pada diri Silva dan mantan pemain Ligue 1 lainnya Malang Sarr yang didapatkan secara gratis dari Nice. 

Baiklah, dari sudut pandang transfer the Blues tidak merugi sama sekali, mereka bahkan berhasil menambahkan seorang bek jempolan yang mencatat hampir 100 caps Brasil dan punya sederet kesuksesan. Kekuatan dan ketebalan skuad adalah kunci untuk mewujudkan ambisi berjaya di kompetisi domestik dan Eropa mengingat jumlah pertandingan yang akan mereka jalani bertambah. 

Tetapi Lampard dan fans harus juga menyadari jika mereka tidak bisa menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi terkait transfer Silva. Silva pemain bagus, di masa keemasannya dia adalah bek tengah terbaik. Meski demikian harus juga disadari jika Silva bukan pesulap yang mampu menuntaskan permasalahan lini belakang tim dalam sekejap karena juga dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk melihatnya beradaptasi terhadap lingkungan baru.

Iklan
0