Maurizio Sarri Jose Mourinho Massimiliano Allegri Formation Serie A GFXGetty/Goal

"The Magnificent Seven" Kembali! Jose Mourinho & Tujuh Pelatih Top Yang Ramaikan Musim Baru Serie A

Ini adalah musim panas yang traumatis bagi para penggemar Serie A.

Sejumlah pemain top musim lalu hengkang. Dan, yang jauh lebih menyedihkan, tidak ada superstar baru yang datang menggantikan mereka.

Tidak dalam status pemain, setidaknya.

Selepas kehilangan nama-nama kelas dunia seperti Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi dan Romelu Lukaku, sepakbola Italia terangkat dengan kembalinya beberapa pelatih paling sukses dan penuh warna dalam permainan.

Memang, dengan Jose Mourinho, Maurizio Sarri, Massimiliano Allegri dan Luciano Spalletti yang sama-sama comeback, Gian Piero Gasperini dan Stefano Pioli tetap bertahan, dan Simone Inzaghi mengambil alih Inter Milan, Serie A sekarang bisa dibilang menawarkan komposisi manajerial paling menarik di antara lima liga top Eropa.

Seperti yang dikatakan oleh Fabio Capello dengan bangga di Gazzetta dello Sport awal pekan ini, "Ini adalah kompetisinya para pelatih!"

Tapi siapa anggota 'The Magnificent Seven', sebagaimana La Repubblica menjuluki mereka, yang akan membuktikan sebagai yang terbaik?

Goal menilai para pelatih top Serie A di bawah ini...

Jose Mourinho

Rekrutan terbesar Serie A musim panas ini? Tentu saja, tidak ada kedatangan lain yang menimbulkan histeria sebesar ini. Mourinho tetap menjadi daya tarik utama di Italia, seperti yang ditunjukkan dalam sambutan yang diterimanya di AS Roma.

Tentu saja, keabadian daya tariknya tak lepas dari pencapaian treble bersejarahnya bersama Inter pada 2010.

Banyak yang telah berubah sejak saat itu dan reputasi Mourinho telah menurun secara signifikan setelah dipecat oleh Manchester United dan mengalami musim nirgelar bersama Tottenham Hotspur.

Pertanyaan besarnya adalah apakah ia memiliki sesuatu yang tersisa dalam filosofi permainannya?

Roma Formation Serie A GFXGoal

Paolo Di Canio, pakar Liga Primer Inggris untuk Sky Sport Italia, menganggap juru taktik asal Portugal itu sudah habis dan bukan hanya dirinya yang berpandangan seperti itu.

Ada banyak yang meyakini bahwa metode Mourinho sekarang sudah tidak bisa lagi diterapkan di sepakbola modern.

Tapi, Mourinho sendiri menegaskan bahwa bukan hanya prestasinya belakangan ini yang dipandang sebelah mata tapi juga mengatakan bahwa dirinya bukanlah lagi merupakan sosok yang konfrontatif.

"Saya akan memberikan segalanya untuk membela para pemain saya, tapi tidak akan pernah menjadi orang yang mencari masalah," katanya dalam jumpa pers pertama sebagai pelatih Roma. "Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya memiliki lebih banyak pengalaman sekarang, jadi saya lebih solid secara emosional."

Memang musim belum dimulai dan sejauh ini belum ada tanda-tanda drama yang akan dihiasi olehnya.

Maurizio Sarri

Derbi Roma selalu menjadi salah satu duel paling panas di dunia sepakbola. Musim ini, bagaimana pun, aksi di lapangan bisa tertutup oleh hal-hal di luarnya.

Maurizio Sarri mungkin tidak blak-blakan seperti Mourinho, tetapi pria Tuscan yang mencintai Bukowski tidak asing dengan kontroversi.

Ia pernah memakai kata gay untuk mengejek Roberto Mancini, mengakui bahwa ia bakal berteriak "f*ck off" kepada seorang jurnalis andai bukan wanita, dan mengatakan bahwa Gonzalo Higuain benar-benar brengsek apabila tidak memenangkan Ballon d'Or.

Namun, yang paling terkenal dari semuanya, ia menjentikkan tanda V ke arah para penggemar Juventus saat masih melatih Napoli.

Jelas, itulah salah satu alasan mengapa para pendukung Bianconeri tidak pernah benar-benar menyukainya selama ia menjalani satu-satunya musim bersama Juventus.

Lazio Formation Serie A GFXGoal

Perlu diingat bahwa Sarri memenangkan gelar Serie A di Turin - terlepas dari kenyataan bahwa fans tidak disukai fans sepenuhnya. Kisah yang sama dialaminya di Chelsea, di mana ia sukses memenangkan Liga Europa - trofi pertama dalam kariernya - meski pun ada reaksi buruk terhadap gaya permainannya.

Sebaliknya, fans Lazio yang terluka oleh pembelotan Inzaghi ke Inter, dengan senang hati menyambutnya, namun Sarri tidak akan bekerja dengan komposisi skuad yang sama kuatnya dengan dua klub sebelumnya.

Justru mungkin Lazio akan cocok untuknya. Kendati bisa saja tidak sejalan dengan presiden klub Claudio Lotito, Sarri telah melakukan pekerjaan terbaiknya - di Empoli dan Napoli – dengan tim tanpa superstar.

Kuncinya, seperti yang telah ditunjukkan oleh Capello, adalah bagaimana para pemain merespons gaya permainannya yang indah namun penuh tuntutan.

Gelandang Gonzalo Escalante telah mengungkapkan bahwa mereka masih berusaha memahami ketika diminta bermain dengan kecepatan 2000km per jam, sementara baru-baru ini Sarri terlihat memperingatkan Elseid Hysaj selama sesi latihan bahwa jika ia memainkan umpan-umpan panjang lagi dirinya akan memberikan hukuman bagi timnya.

Lazio mungkin tidak akan memenangkan Scudetto, tapi mereka bisa memberikan tampilan yang menghibur...

Massimiliano Allegri

Juventus mungkin hanya finis keempat musim lalu tapi mereka tetap menyandang status sebagai favorit juara.

Mengapa? Massimiliano Allegri. Alasannya benar-benar sesederhana itu.

Selama masa jabatan pertamanya di Turin, Allegri memenangkan lima gelar berturut-turut dan mencapai final Liga Champions dua kali.

Ia pergi hanya karena ingin merombak skuad, bahkan menyarankan kepada Andrea Agnelli agar "menyingkirkan" Cristiano Ronaldo.

Namun, presiden Juve lebih suka mengikuti saran Pavel Nedved dan Fabio Paratici, dan malah menyingkirkan Allegri.

Bianconeri pun mengalami kemunduran sejak saat itu. Keinginan mereka untuk memainkan sepakbola ofensif yang lebih menarik pada akhirnya berujung kegagalan untuk meneruskan dominasi sembilan Scudetti beruntun.

Jadi, sebagai usaha untuk kembali ke jalur juara, Agnelli memulangkan Allegri, dan pendekatannya yang jauh lebih pragmatis terhadap permainan.

Juventus Formation Serie A GFXGoal

Ini jelas merupakan kabar baik bagi para jurnalis juga, karena Allegri yang berbicara terus terang jarang mengecewakan dalam konferensi pers sebelum dan sesudah pertandingan.

Bulan lalu, pada perkenalan keduanya sebagai pelatih Juve, ide untuk menjadikan Leonardo Bonucci sebagai kapten tim muncul dan Allegri menjelaskan hal itu tidak mungkin karena sulit untuk melupakan atau memaafkan sang bek tengah itu karena sempat setahun pindah ke AC Milan.

"Jika ia menginginkan ban kapten, maka ia bisa membelinya dan bermain di piazza memakainya," kata bos Bianconeri yang disambut tawa para wartawan. "Dan Leo tahu itu."

Yang paling signifikan: setelah bereksperimen dengan Sarri dan [Andrea] Pirlo, Juve sekali lagi memiliki pelatih yang memiliki rasa hormat sepenuhnya dari segenap anggota skuad.

Bianconeri mungkin hanya melakukan satu aktivitas transfer besar, yakni memboyong Manuel Locatelli dari Sassuolo, dan ada keraguan yang berkelanjutan atas masa depan Cristiano Ronaldo, dan bagaimana reaksi sang penyerang veteran apabila harus menghabiskan lebih banyak waktu sebagai cadangan, namun jelas mereka merupakan favorit juara.

"Allegri tahu cara menang," kata Arrigo Sacchi yang legendaris kepada Gazzetta. "Ia tahu jalan menuju kemenangan."

Simone Inzaghi

Ketika Inter memperkenalkan Simone Inzaghi kepada pers sebagai pelatih baru mereka pada Juli lalu, ia mengakui: "Saya tahu bahwa akan ada kesulitan."

Namun, saat eks bos Lazio itu tahu bahwa Hakimi bakal dijual karena masalah finansial klub, ia tidak menyangka bahwa timnya juga harus ditinggal Lukaku.

Inzaghi sempat bertemu sang penyerang Belgia bahkan sebelum dirinya resmi melatih Inter, terkesan dengan keinginan Lukaku untuk bekerja dengannya.

MVP Serie A 2020/21 seolah-olah akan menjadi bagian penting dari skemanya, yang sayangnya harus pupus karena Lukaku secara mengejutkan dijual ke Chelsea.

Inzaghi sangat menentang kesepakatan itu dan melakukan segala cara untuk mencegahnya. Sekarang, bagaimana pun, ia mau tidak mau harus memaksimalkan komposisi skuad yang tersisa dan di luar rencana awalnya hanya tiga bulan setelah tim sukses merengkuh gelar juara.

Ini adalah tugas berat bagi pelatih berusia 45 tahun tersebut, tetapi ada beberapa alasan untuk optimistis. Pertama, kepribadian Inzaghi sama positifnya dengan filosofi sepakbolanya.

Inter Formation Serie A GFXGoal

Bek Inter, Stefan de Vrij, yang pernah bermain di bawah asuhannya di Lazio, mengatakan bahwa mantan striker itu mahir dalam menciptakan "atmosfer yang hebat" di dalam ruang ganti, sementara striker Biancocelesti, Ciro Immobile telah membandingkan keterampilan motivasi Inzaghi dengan yang dimiliki Jurgen Klopp.

Lebih jauh lagi, meski Inzaghi mungkin tidak seintens pendahulunya, Antonio Conte, ia memainkan formasi 3-5-2 yang sangat mirip sehingga para penggawa Inter tidak akan kesulitan menerapkannya.

Inzaghi telah menikmati apa pun kecuali awal yang ideal untuk pekerjaan barunya tetapi situasi seperti ini bukan hal baru baginya, karena ia pernah diangkat sebagai pelatih Lazio secara permanen saat Marcelo Bielsa hengkang hanya sepekan setelah diangkat sebagai juru latih klub.

Selain itu, Inzaghi bukanlah pelatih yang penuh tuntutan dana transfer, terbukti di Lazio yang dibawanya memenangkan Coppa Italia 2019 dan lolos ke Liga Champions tahun berikutnya dengan anggaran belanja minim.

Ia jelas berharap bahwa Edin Dzeko bukan satu-satunya penyerang yang masuk untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Lukaku.

"Inter asuhan Conte sangat bergantung pada Romelu dan Anda tidak bisa melakukan hal yang sama dengan Dzeko," kata mantan bek Inter Daniele Adani kepada Gazzetta. "Tapi, dalam dua tahun terakhir di Lazio, Inzaghi telah menunjukkan bahwa ia tahu bagaimana membangun serangan dengan cara yang berbeda."

Intinya, meski Inter kehilangan Lukaku, mereka tidak kehilangan harapan. Dengan kecerdasan Inzaghi berarti Inter memiliki kesempatan untuk mempertahankan gelar mereka.

Luciano Spalletti

Napoli belum mengeluarkan satu sen pun musim panas ini namun pelatih baru Luciano Spalletti dengan terbuka mengatakan akan senang jika bursa transfer ditutup sekarang.

Ia sudah puas dengan komposisi skuadnya saat ini dan hanya takut kehilangan bakat-bakat top seperti Lorenzo Insigne, Kalidou Koulibaly atau Fabian Ruiz.

"Saya ingin merantai diri saya ke semua pemain," candanya bulan lalu. Dan mudah untuk memahami mengapa Spalletti merasa senang.

Gennaro Gattuso memenangkan Coppa Italia di Napoli, setelah memulihkan hubungannya dengan klub dan para pemain usai berselisih, namun ia gagal membawa klub finis empat besar musim gara-gara hasil buruk pada pekan terakhir lawan Hellas Verona.

Bahkan tanpa penambahan pemain baru, ada kemungkinan Spalletti bisa menikmati kesuksesan lebih dari pendahulunya.

Sudah lama ada keyakinan bahwa Napoli bisa menjadi penantang gelar juara, mengingat kualitas skuad mereka, terutama dengan Victor Osimhen yang tampaknya akan menjalani musim kedua yang spektakuler di Stadio Diego Armando Maradona.

Napoli Formation Serie A GFXGoal

Spalletti sekarang berusia 62 tahun, telah absen selama dua tahun dari sepakbola, tidak pernah memenangkan Scudetto dan trofi mayir terakhirnya di sepakbola Italia diraihnya di Roma 13 tahun lalu, ketika ia mempertahankan Coppa Italia.

Akan tetapi, Spalletti dikenal sebagai pelatih yang inovatif dan punya karakter yang bersahabat namun kuat, seperti yang mungkin pernah ditunjukkan oleh hubungannya dengan Francesco Totti.

Adalah Spalletti yang mengeluarkan kemampuan terbaik dari kapten legendaris Roma itu dengan formasi 4-6-0 tanpa striker – yang menginspirasi lini depan Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez dan Wayne Rooney dari Sir Alex Ferguson - tetapi juga Spalletti lah yang berselisih dengan Totti saat musim terakhir sang No.10 di Stadio Olimpico.

Spalletti juga berselisih dengan mantan kapten Inter, Mauro Icardi saat bekerja sama di San Siro, jadi sosoknya kelihatan benar-benar tegas.

Namun, untuk saat ini, sebagian besar fokus media adalah pada hubungannya dengan presiden klub Aurelio De Laurentiis. Sejauh ini, belum ada argumen apa pun mengenai kebijakan transfer klub.

De Laurentiis, yang mengatakan Napoli memiliki masalah keuangan "tak terhitung", terus terang mengakui bahwa mungkin ada pemain yang datang dan pergi hingga tenggat transfer, namun jika Spalletti mencapai September dengan skuadnya yang masih utuh, ia memiliki pengalaman dan ketajaman taktis untuk menghadirkan prestasi.

Stefano Pioli

Stefano Pioli mengatakan bahwa andai pun AC Milan kembali gagal finis di empat besar musim lalu, kampanye mereka tidak bisa dianggap gagal.

Memang, kegagalan lolos ke Liga Champions akan menjadi pukulan telak bagi klub yang sempat lama memimpin klasemen baik dari segi pencapaian mau pun pundi-pundi keuangan dan bisa berisiko kehilangan pekerjaannya.

Lagi pula, Pioli belum pernah memenangkan gelar juara di level senior, jadi keputusan Milan untuk tiba-tiba membatalkan proyek besar mereka untuk mendatangkan Ralf Rangnick membangun kembali Rossoneri dari atas ke bawah akan terlihat konyol.

Pioli pada akhirnya mampu mengamankan posisi runner-up Serie A musim lalu dengan kemenangan mengesankan atas Atalanta pada pekan terakhir musim dan dengan bangga menyatakan: "Sleeping Beauty sekarang akan bangkit kembali di rumahnya sendiri: di antara klub-klub terbesar di Liga Champions."

Tentu saja, ada sedikit ruang untuk dongeng dalam sepakbola dan Milan mengalami ujian realitas yang brutal ketika mereka dengan cepat kehilangan Donnarumma dan Hakan Calhanoglu tanpa mendapatkan uang.

Sejujurnya, Milan mungkin telah melakukan sebaik mungkin untuk menggantikan keduanya, dengan mengontrak Mike Maignan dari Lille, dan membujuk Real Madrid untuk membiarkan mereka meminjamkan Brahim Diaz selama dua tahun lagi.

AC Milan Formation Serie A GFXGoal

Olivier Giroud juga telah tiba dari Chelsea dan pemain internasional Prancis itu adalah pemain yang terbukti kualitasnya di level tertinggi. Namun, kekhawatiran yang jelas adalah bahwa Giroud sekarang berusia 34 tahun dan akan bersaing dengan penyerang tengah lainnya, Zlatan Ibrahimovic yang berusia 39 tahun.

Pioli memang telah membuktikan dirinya mampu memaksimalkan talenta para pemain muda. Tidak seperti kebanyakan rekan-rekannya di serie A, ia tidak blak-blakan, tidak menimbulkan kontroversi dan ia tidak suka melakukan psywar.

Ia jujur, loyal, dan menyenangkan, itulah mengapa ia mampu mengembalikan Rossoneri ke tempat yang semestinya di jajaran elite Italia.

"Terlalu mudah untuk memberi label pemenang kepada mereka yang sekadar memenangkan liga," katanya kepada Milan TV. "Tetapi impian saya, secara profesional, adalah memenangkan sesuatu, dan melakukannya bersama Milan akan menjadi sesuatu untuk dirayakan."

Gian Piero Gasperini

Gian Piero Gasperini dengan sempurna membuktikan poin Pioli bahwa tidak semua pemenang memiliki gelar atas nama mereka.

Sang pelatih belum pernah sekali pun mengangkat trofi sejak tiba di Bergamo lima tahun lalu tetapi rekornya benar-benar luar biasa.

Untuk musim ketiga berturut-turut, klub dengan tagihan gaji yang berada di urutan ke-11 di Serie A akan bersaing lagi di Liga Champions, menekankan mengapa Atalanta pantas dianggap sebagai salah satu tim yang punya prestasi terbesar di Eropa.

Ada beberapa faktor di balik kesuksesan mengejutkan mereka, termasuk bagaimana kepiawaian mereka di bursa transfer dan didukung oleh sistem pembinaan pemain muda yang bagus, namun semua itu tidak akan berarti tanpa kinerja Gasperini.

Pemain datang dan pergi di Atalanta. Satu-satunya hal yang konstan adalah gaya permainan mereka yang mendebarkan, dengan Gasperini bersedia bermain satu lawan satu di belakang karena memungkinkan bek sayap untuk menyerang ke depan dalam formasi 3-4-1-2 yang menampilkan lini depan yang sangat mengalir.

Pertanyaannya, seperti biasa, apakah mereka bisa mempertahankannya?

Atalanta Formation Serie A GFXGoal

Atalanta telah kehilangan dua pemain inti, Pierluigi Gollini dan Cristian Romero, yang memicu ketakutan di kalangan fans karena skuad mereka sekali lagi harus dirombak.

Awal musim panas ini, beberapa ultras meninggalkan pesan untuk presiden Antonio Percassi di luar tempat latihan klub yang berbunyi: "Tiket musiman, pertandingan persahabatan, bursa transfer - Jangan salah, ada nama kota di sini untuk dihormati."

Atalanta lantas mengganti Gollini dengan Juan Musso dari Udinese, sementara Merih Demiral, seperti Romero sebelumnya, datang dari Juventus dengan misi memberi pembuktian.

Jika keduanya beradaptasi dengan cepat, dan Atalanta berhasil membujuk Duvan Zapata untuk tetap bertahan meski ada minat dari Inter, mereka memiliki banyak alasan untuk bermimpi memenangkan Scudetto di akhir musim ini, salah satu musim paling terbuka dalam sejarah Serie A.

Mereka tidak punya uang untuk bersaing. Tetapi mereka memiliki stabilitas dan strategi.

Seperti yang dikatakan Gasperini, "Hanya karena Anda rendah hati, bukan berarti Anda tidak bisa ambisius. Saya sangat yakin Anda lebih mungkin mendapatkan hasil yang bagus jika Anda memainkan sepakbola yang bagus."

Dan tidak ada tim lain di Serie A yang memainkan sepakbola lebih baik dari Atalanta asuhan Gasperini.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0