Thailand dipastikan tidak bisa mengibarkan bendera mereka saat lagu kebangsaan dikumandangkan dalam pertandingan Piala AFF 2020 akibat tidak mampu memenuhi persyaratan yang diterapkan agensi anti-doping dunia (WADA).
Nasib Thailand ini tidak jauh berbeda dengan tim bulutangkis Indonesia ketika menjuarai Piala Thomas 2020 di Denmark beberapa waktu lalu. Saat itu, bendera Indonesia diganti logo Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) saat lagu kebangsaan dikumandangkan.
Selain tak bisa mengibarkan bendera negara di event yang diikuti The War Elephants, federasi sepakbola Thailand (FAT) juga tak diizinkan menggelar pertandingan sepakbola internasional.
Kepastian itu disampaikan konfederasi sepakbola Asia (AFC) kepada FAT melalui surat resminya. Meski dilarang menggelar pertandingan, timnas Thailand masih diperbolehkan mengikuti event di luar negeri.
“Asosiasi hanya diizinkan menggelar satu pertandingan. Tetapi mereka diperbolehkan mengirim tim nasional dan klub anggotanya untuk ambil bagian di berbagai kompetisi di luar negeri,” demikian pernyataan AFC dilansir akun Facebook resmi FAT.
“Asosiasi tidak dapat menyelenggarakan kompetisi [internasional] apa pun di Thailand, baik melibatkan klub maupun tim nasional. Ini termasuk penyelenggaraan turnamen dalam 'sistem terpusat', atau kompetisi yang merupakan bagian dari turnamen, seperti ajang kualifikasi yang diadakan secara 'terpusat'.”
“Bendera Thailand tidak dapat dikibarkan, baik di [kompetisi] dalam negeri maupun di luar negeri. Namun, bendera Thailand diperbolehkan dipasang di jersey tim di sebuah kompetisi.”
Sementara perusahaan apparel Warrix berencana meluncurkan secara resmi jersey timnas Thailand pada 24 November. Namun di jersey itu nantinya tidak akan memasang bendera Thailand.
Pada Piala AFF di Singapura awal bulan depan, Thailand masuk ke dalam Grup A bersama Myanmar, Filipina, Singapura, dan Timor Leste. Mereka dijadwalkan bertolak ke Singapura pada 30 November.
Satu hari menjelang berangkat ke Singapura, FAT terlebih dulu akan memperkenalkan Alexandre 'Mano' Polking secara resmi sebagai pelatih tim nasional, sekaligus pengumuman skuad Thailand di Piala AFF.
Beberapa hari sebelumnya Mano menegaskan, ia hanya memilih pemain yang memperlihatkan performa luar biasa ketika membela klub masing-masing di Thai Premier League (TPL).
“Tentunya dengan waktu yang terbatas, kami tidak bisa memanggil 70 pemain sebelum hari terakhir pendaftaran. Jadi kami harus melakukannya dengan cara lain. Tapi saya yakin 30 pemain terakhir yang akan berkumpul sebelum berangkat 29 November nanti adalah pemain terbaik yang kami miliki, dan siap bertarung,” imbuh Mano.
