Meski perebutan posisi ketiga Piala AFF U-19 2022 kalah bergengsi dibandingkan laga final, pelatih Thailand U-19 Salvador Valero Garcia menganggap duel melawan Vietnam di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumat (15/7), sangat penting.
Thailand gagal tampil di partai puncak setelah dalam laga semi-final tadi malam menelan kekalahan 2-0 dari Laos. Sedangkan Vietnam diempaskan Malaysia 3-0 di tempat yang sama pada sore harinya.
Bagi Thailand, itu merupakan kekalahan pertama yang pernah mereka peroleh dari Laos di turnamen ini. Pada lima pertemuan sebelumnya, Thailand selalu mencatatkan kemenangan.
Garcia mengutarakan, pertandingan perebutan tempat ketiga tetap penting bagi tim besutannya, karena akan menumbuhkan kepercayaan diri pemain dalam menghadapi sejumlah event di masa mendatang.
Selepas Piala AFF U-19, Thailand akan kembali berlaga di Grup G kualifikasi Piala Asia U-20 2023 pada 10 hingga 18 September 2022. Di grup ini, Thailand bergabung bersama Oman, Filipina, dan Afghanistan.
“Tentu itu (kualifikasi Piala Asia U-20) akan menjadi pertandingan yang sulit. Tapi kami lebih dulu akan fokus menghadapi vietnam. Kami harus menganalisa kesalahan kami untuk laga berikutnya,” ujar Garcia.
“Itu (perebutan tempat ketihga) akan penting bagi kami, dan harus menang untuk meningkatkan kepercayaan diri kami.”
Garcia mengungkapkan, gol pertama Laos yang tercipta ketika laga baru berjalan delapan menit memberikan pengaruh terhadap kepercayaan diri pemain. Akibatnya, mereka menemui jalan buntu untuk menjebol gawang Laos, meski mendominasi permainan.
“Kami punya kesempatan. Tapi setelah lawan mencetak gol mereka mendapat kepercayaan diri, dan kami semakin terhukum, karena mereka menambah gol lagi. Tapi itulah sepakbola, dan kami harus menerimanya. Selamat untuk Laos. Organisasi mereka sangat baik. Semoga kami bisa bertemu lagi di lain waktu,” tutur Garcia.
“Jika Anda kalah di semi-final, Anda akan sangat sedih. Saya berjalan ke tengah lapangan [selepas laga], saya mencari jawaban yang benar, dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi.”
“Saya sudah mencoba semuanya. Di awal saya menempatkan satu striker, di awal babak kedua saya pakai dua striker, di akhir saya tambah jadi tiga striker. Saya sudah ganti formasi. Tapi jika ini bukan hari Anda, itu tidak akan menjadi hari Anda.”
