Edin Terzic, Borussia DortmundGetty

Edin Terzic, Pengganti Lucien Favre Di Borussia Dortmund Janjikan Sepakbola Atraktif

Edin Terzic berjanji akan memprioritaskan sepakbola atraktif di Borussia Dortmund setelah membuat keputusan sulit menjadi pengganti sementara pelatih Lucien Favre.

Dortmund memecat Favre setelah kekalahan memalukan 5-1 dari Stuttgart, Sabtu (12/12), yang merupakan kekalahan terbesar di kandang sendiri lebih dari satu dekade dan lantas menunjuk Terzic sebagai pelatih interim untuk sisa musim 2020/21 ini.

Mantan asisten pelatih West Ham United dan Besiktas itu akan menangani Dortmund untuk pertama kalinya pada Rabu (16/12) dini hari WIB, ketika tim bertandang ke markas Werder Bremen dalam lanjutan Bundesliga.

Dan Terzic, yang juga pernah bekerja sebagai pencari bakat saat Jurgen Klopp melatih di Westfalenstadion, menegaskan bahwa performa buruk melawan Stuttgart tidak akan pernah terulang.

"48 jam terakhir bagi saya tidak normal karena kekalahan Sabtu kemarin terasa menyakitkan," katanya dalam jumpa pers, Senin (14/12) kemarin. "Saya ingin berterima kasih kepada Lucien - kami telah bekerja dengan sangat baik."

"Sekarang semuanya berjalan cepat dan kami harus menunjukkan reaksi. Apa yang kita lihat pada Sabtu kemarin bukanlah Borussia Dortmund. Kami harus menunjukkan wajah yang berbeda besok."

Dortmund hanya mampu membukukan satu cleansheet dalam delapan laga terakhir mereka di esmua kompetisi, namun Terzic lebih menyukai sepakbola menyerang daripada fokus bertahan penuh.

"Saya produk Borussia Dortmund. Saya berasal dari daerah sini dan telah menjadi penggemar klub selama bertahun-tahun lamanya," lanjutnya. "Saya telah bekerja di sini selama 10 tahun dan saya dibentuk oleh masa lalu."

"Ada dua cara Anda bisa memenangkan pertandingan sepakbola: Anda kebobolan lebih sedikit, atau Anda selalu bisa mencetak gol lebih banyak. Saya lebih suka yang terakhir."

Terzic kembali sebagai staf pelatih Dortmund pada 2018 ketika Favre diangkat sebagai pelatih dan menghabiskan dua tahun setengah bekerja sebagai tangan kanan juru taktik asal Swiss itu.

Mengingat hubungan eratnya dengan Favre yang kini digantikannya untuk sementara, pria berusia 38 tahun itu mengakui bahwa tidak mudah baginya untuk menerima pekerjaan sebagai pelatih interim Dortmund.

"Malam itu singkat. Saya harus memikirkannya karena saya adalah bagian dari tim pelatih dan harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Sabtu kemarin," katanya.

"Saya duduk bersama keluarga saya dan memikirkannya. Saya sampai pada kesimpulan bahwa saya akan menerima tugas itu."

"Saya hanyalah manusia biasa dan memiliki emosi. Kekalahan itu menyakitkan dan saya menghabiskan lebih banyak waktu dengan Lucien dalam dua tahun setengah terakhir dibandingkan dengan keluarga saya."

"Tidak menyenangkan melihat keputusan yang telah diambil, tapi inilah sepakbola. Para pemain harus memiliki keyakinan dan keberanian dan ingat kami telah melakukan banyak hal baik bersama."

Iklan
0