Charles De Ketelaere Belgium 2022Getty

Terus Digoda AC Milan, Mental Charles De Ketelaere Terganggu

Pelatih klub Pro League Belgia, Carl Hoefkens, mengungkapkan, kondisi mental gelandang muda Charles De Ketelaere terganggu setelah namanya terus dikaitkan dengan AC Milan pada bursa transfer musim panas ini.

Direktur teknik Milan Paolo Maldini sudah dua kali bolak-balik antara Milan dan Brugge untuk membicarakan transfer De Ketelaere. Club Brugge meminta kompensasi transfer senilai €35 juta, sedangkan Milan menyanggupi di angka €32 juta.

Belakangan, sejumlah media Italia mewartakan Milan akhirnya menyanggupi permintaan Brugge, serta tambahan bonus. Nantinya, De Ketelaere bakal menerima gaji bersih antara €2 hingga 2,3 juta.

Hoefkens mengungkapkan, rumor transfer De Ketelaere memberikan pengaruh terhadap mental gelandang berusia 21 tahun tersebut. De Ketelaere sebelumnya sudah tidak dimainkan di dua pertandingan pertama Brugge pada musim 2022/23. Hoefkens pun akhirnya mengambil keputusan tegas dengan mencoret nama De Ketelaere dari latihan tim.

“Sebagai pelatih, saya ingin semua orang yang hadir di latihan bisa maksimal dan memberikan 100 persen setiap saat. Jika ada pemain yang menunjukkan mereka tidak bisa siap secara fisik, taktik, atau mental, itu adalah tugas saya untuk menghadapinya,” beber Hoefkens dikutip laman Het Laatste Nieuws.

“Kemudian saya harus berbicara dengan pemain, dan melihat bagaimana situasinya. Dalam hal ini tidak mungkin lagi bagi Charles untuk maksimal. Dia tertekan secara mental, dan takut mendapat cedera saat latihan. Maka hanya ada satu kesimpulan: tidak lagi berlatih dengan tim.”

Kendati demikian, Hoefkens tidak kecewa dengan situasi yang dihadapi De Ketelaere. Bahkan Hoefkens akan mendoakan De Ketelaere bila akhirnya dia bergabung dengan Milan.

“Tidak [kecewa]. Saya sudah lama mengenal Charles, dan terlibat langsung dalam perkembangannya. Kadang-kadang ada pikiran lain yang terjadi begitu saja, dan itu mungkin terjadi sekarang,” ucap Hoefkens.

“Tapi saya mencoba untuk menghindar dari permasalahan itu sejauh mungkin, dan fokus kepada para pemain yang 100 persen untuk tim. Nasihat apa yang akan saya berikan jika dia benar-benar pergi? Lanjutkan apa yang sudah lama dia lakukan di sini.”

Iklan
0