Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, meyakini teror bom yang sedang menimpa Indonesia tak mempengaruhi laga leg kedua semi-final zona Asia Tenggara Piala AFC Persija Jakarta kontra Home United. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (15/5).
Dalam dua hari ini ada lima ledakan bom yang terjadi di Sidoarjo serta Surabaya, sejumlah nyawa sudah melayang dan korban luka-luka juga berjatuhan. Kondisi tersebut membuat pihak Kepolisian menetapkan status siaga satu di Indonesia.
Meski begitu, Imam menyatakan situasi tersebut jangan membuat pertandingan kandang Persija terganggu. Ia optimistis panitia pelaksana (Panpel) dan petugas keamanan bisa mengamankan jalannya laga itu dengan baik.
"Harus jalan. Harus tetap jalan. Alasannya sudah terjadwal dengan baik dan tempatnya di SUGBK. Sepakbola itu menyatukan, hanya orang niat jahat saja yang mau merusak suasana," ucap Imam.
"Ya saya kira Panpel punya standar pengamanan. Dan pasti ada apa namanya kebiasaan yang dilakukan panpel, bersama PSSI," tambah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Selain itu, Imam menyampaikan kalau suporter yang hadir ke SUGBK juga bisa membantu petugas keamanan. Salah satu caranya adalah memberikan informasi bila ada hal yang mencurigakan.
"Ayo jadikan momentum sebagai menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, dan penyadaran. Mungkin teman-teman suporter punya informasi tentang gelagat, pihak-pihak atau orang tertentu yang merusak. Mereka harus beri informasi ke aparat atau sadarkan secara langsung," ujarnya.


