Alex ManningerGetty

'Terkuat Di Dunia!' - Alex Manninger Sanjung Juventus

Hadiahkan saja kayu dan alat pancing, maka dia bakal bahagia. 

Alex Manninger telah menggantungkan sarung tangan pada musim panas 2017, namun bukan berarti dia melupakan sepakbola dan masa lalu. Terkini, mantan kiper Austria tersebut mengutarakan rasa cinta terhadap Juventus. 

Hari-hari penuh ketenangan Manninger diisi oleh kesibukan sebagai tukang kayu yang dianggapnya sebagai sebuah kehidupan yang sempurna karena jauh dari segala jadwal padat latihan dan bermain saat masih aktif bermain bola. 

Diwawancara Corriere di Torino, Manninger menceritakan masa lalunya dengan penuh kebanggaan. 

"Saya orang yang beruntung, setelah pensiun saya memilih kehidupan yang jauh dari keramaian dan kembali ke Austria," bukanya. 

"Biasanya saya di Salzburg, di mana saya membangun furnitur apartemen, sementara di akhir pekan saya biasa bermain ski." 

"Pada akhirnya, saya bisa menikmati akhir pekan yang normal. Saya bisa melakukan apa yang selama ini diinginkan dalam kehidupan."

"Saya dahulu memilih sepakbola karena ingin mewujudkan mimpi namun saya memang selalu senang bekerja dengan kayu dan desain. Sekarang saya selalu membawa pena dan kertas di tangan. Saya membangun rumah dengan ide sendiri."

Juventus pernah menjadi rumah bagi Manninger selama empat musim meskipun tidak selalu berjalan mulus. Meski demikian dia mengaku merindukan si Nyonya Tua. 

"Saya juga rindu Juventus, tim yang saya anggap terkuat di dunia," lanjutnya. 

"Juve turun ke Serie B pada 2006, namun berhasil bangkit. Ketika Conte datang segalanya berubah. Dia sosok juara, dia mendatangkan apa yang selama ini hilang setelah Ranieri dipecat terlalu cepat. Hal sama menimpa Zaccheroni. Juventus tidak sabaran."

Ketika Conte memimpin Bianconeri, Manninger mencicipi indahnya Scudetto pada 2011/12. 

"Sebelumnya Conte mengawal Siena. Dia mengatakan pada saya, jika bertahan di sana, maka akan meminta saya bergabung. Kata-kata itu akan selalu saya ingat."

"Ketika Inter memilih Conte, sebagai penggemar Juventus saya mengatakan mereka telah mengambil keputusan menguntungkan."

Tidak ketinggalan, Manninger memuji Pirlo, mantan rekan setimnya yang sekarang menduduki kursi panas pelatih Juve. 

"Pirlo sosok hebat, seorang jenius. Skuad Juventus sekarang membutuhkan Pirlo di tengah lapangan, seseorang yang tahu betul mengatur ritme pertandingan dan memberi dukungan besar teradap para penyerang," ujarnya. 

"Ada tekanan besar untuk bermain bagus, tetapi itu butuh waktu dan Juventus memang sejatinya diciptakan untuk meraih kemenangan."

Iklan
0