Steve McClaren, mengecam pemain-pemain yang tidak membawa energi positif ke Manchester United, menegaskan bahwa bahasa tubuh dan sikap negatif mencederai mental pemenang.
Dahulu menjadi bagian Manchester United yang menjuarai treble sebagai asisten Sir Alex Ferguson pada 1999, mantan manajer Inggris itu kini kembali ke Old Trafford sebagai tangan kanan Erik ten Hag.
Dijagokan jadi pesaing bahkan juara Liga Primer Inggris di awal musim 2021/22, The Red Devils justru terseok-seok di bawah Ole Gunnar Solskjaer dan Ralf Rangnick, hanya mampu finis keenam dan hampir gagal lolos ke Liga Europa di pekan terakhir.
Man United terus dikritik seiring penampilan amburadul mereka dari pekan ke pekan, dengan begitu banyak tudingan rusaknya harmoni ruang ganti, dan para pemain dirasa tidak tampil maksimal dan tak mau berusaha.
McClaren menegaskan budaya seperti ini harus segera diubah kalau Setan Merah mau bangkit lagi, dimulai dari latihan dengan benar.
"Inilah hal-hal yang harus kami lakukan, hal-hal yang harus disambungkan dengan satu sama lain," jelas McClaren kepada putranya di podcast McClaren Performance.
"Pertandingan dimenangkan dari Senin sampai Jumat, kalau Senin sampai Jumat berjalan dengan benar, hari Sabtu kita menang. Semuanya harus membawa energi."
McClaren lalu merujuk bagaimana Mauricio Pochettino membawa Tottenham Hotspur jadi peserta persaingan gelar juara Liga Inggris pada 2016 dan 2017 lewat sistem etos kerja yang bagus di mana semua pemain berkontribusi.
"Pochettino bicara soal menciptakan budaya, kalau ada yang tak membawa energi, dia coret. Mereka harus membawa suatu energi ke dalam skuad," imbuhnya.
GettyPria 61 tahun itu juga menyebutkan bahwa rezim baru tak akan menoleransi bahasa tubuh negatif, sesuatu yang tak jarang dilakukan Cristiano Ronaldo tiap kali Man United menelan kekalahan atau ditahan imbang.
"Anda harus siap, siap berlatih, siap bermain, siap bikin impak sebagai pemain pengganti, harus bereaksi," katanya.
"Sekarang banyak [pemain Man United], yang bahasa tubuhnya melambaikan tangan ke udara [mengeluh], harus bereaksi biar bisa memenangkan kembali bola yang lepas. Apa pun situasinya, menangkan kembali bola itu, beraksi dengan cepat jangan kebanyakan berpikir."
Goal/GettyMcClaren juga menuduh pemain United tidak mau bertanggung jawab atas buruknya performa mereka beberapa tahun belakangan, dan dipecatnya manajer-manajer seperti Solskjaer dan Jose Mourinho adalah hasil dari budaya kuasa pemain.
"Anda harus terima peraturannya, kondisinya, terima konsekuensi kalau berbuat salah. Harus berkomitmen, harus berkelas," kata McLaren. "Harus berkelas, terutama dalam sepakbola zaman sekarang."
Asisten Ten Hag di Old Trafford itu pun mengklaim tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadirkan kesuksesan buat Setan Merah.
"Ketika saya pertama ke Manchester United, nyaris tak ada peraturan. Tapi apa yang mereka lakukan; mereka lakukan dengan benar dan kalau mereka tak melakukannya dengan benar, mereka bertanggung jawab, mereka tertimpa konsekuensi dan menerima konsekuensinya."
"Dan menurut saya jika ada hal-hal seperti itu, maka Anda tak akan salah langkah."


