Kapolri Jendral Tito Karnavian, melakukan pertemuan dengan 16 perwakilan klub Liga 1 2019. Dalam acara itu hanya dua perwakilan tim yang tidak hadir yakni Kalteng Putra dan PSM Makassar.
Pertemuan tersebut membahas berbagai macam tentang masalah yang terjadi dalam persepakbolaan nasional. Para perwakilan yang hadir pun mendukung penuh tindakan yang dilakukan Satgas Anti Mafia Bola.
Menurut Tito langkah yang dilakukan Satgas Anti Mafia Bola, karena ingin membenahi sepakbola nasional agar bisa meraih prestasi. Ia menegaskan tidak ada agenda terselubung lainnya.
"Pada mulanya kami mendapatkan laporan dan bukti-bukti dari masyarakat tentang dugaan pengaturan skor dalam persepakbolaan Indonesia. Selain itu, desakan dari masyarakat juga cukup tinggi. Oleh karena itu kami berpikir inilah saatnya bagi Polri untuk bertindak demi kemajuan persepakbolaan tanah air," ucap Tito.
"Upaya yang kami lakukan murni untuk kemajuan sepakbola Indonesia. Kami tidak menarget siapapun atau memiliki agenda lain. Sepenuhnya untuk menciptakan sepakbola Indonesia yang bersih dan berprestasi," tambahnya.
Di akhir acara, para manajer klub peserta Liga 1 2019 memohon doa restu, bimbingan, dan arahan Kapolri agar penyelenggaraan kompetisi yang direncanakan pada Mei 2019, dapat berjalan dengan aman dan lancar. Para perwakilan klub juga berjanji untuk terlibat aktif dalam upaya menjamin keamanan sepanjang gelaran kompetisi.
"Polri selalu mendukung penuh upaya untuk memajukan persepakbolaan tanah air. Polri juga siap mendukung penyelenggaraan Liga 1 2019 agar berjalan aman dan lancar."
Hadir dalam acara tersebut Karoprovos Divpropam Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo selaku Kasatgas Anti Mafia Bola dan Karomisinter Divhubinter Polri Brigjen Pol Krishna Murti selaku Wakasatgas Anti Mafia Bola. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta audiensi dengan Kapolri.
Goal Indonesia