Federasi sepakbola Mesir (EFA) menjatuhkan sanksi tanpa batas waktu kepada Mohamed Farouk, karena sang wasit mengeluarkan keputusan menganulir gol setelah melihat rekaman video melalui telepon pintar.
Dalam pertandingan Grup B Divisi Dua Liga Mesir yang berlangsung, Jumat (17/3) itu, Montakhab El-Suez berhasil mengalahkan El-Nasr 3-1. Tak pelak, kekalahan itu membuat kubu El-Nasr geram.
Mereka memprotes keputusan wasit yang menganulir gol di menit ke-39. Apalagi keputusan tersebut diambil setelah mendapat desakan dari kubu tuan rumah agar wasit melihat rekaman video. Jika tidak, Suez enggan melanjutkan pertandingan.
Farouk pun akhirnya melihat rekaman yang ada di telepon genggam tersebut, dan menganulir gol tim tamu. Pemain Suez pun kembali ke lapangan setelah wasit mengambil keputusan.
Manajemen El-Nasr pun mengajukan protes resmi, karena kompetisi kasta kedua di Mesir tidak menggunakan VAR (video assistant referee). EFA yang menerima protes El-Nasr menganggap Farouk telah melakukan pelanggaran dengan melihat rekaman video di telepon genggam.
“Komite wasit federasi sepakbola Mesir, yang dipimpin oleh Vitor Pereira dari Portugal, memutuskan untuk menangguhkan wasit pertandingan Suez dan Al-Nasr untuk waktu yang tidak terbatas,” demikian pernyataan resmi EFA.
“Demikian juga denngan perangkat pertandingan lainnya, termasuk dua asisten wasit, Ahmed Al-Mazoun dan Ezz El-Din Jamal, serta wasit cadangan Tamer Khamis.”
Sanksi kemungkinan tidak hanya diberikan kepada wasit, tetapi juga ofisial Suez. Komite wasit EFA akan segera membentuk tim investigasi untuk menangani kasus ini.
“Diputuskan juga, komite wasit akan melakukan investigasi secara komprehensif terhadap insiden Mohamed Farouk menggunakan telepon pintar untuk menganalisa kejadian di pertandingan,” jelas EFA.
