Mike Verweij melontarkan pujian luar biasa atas cara Jordi Cruijff bekerja pada bursa transfer musim panas ini di Ajax. Menurut pengamat klub dari De Telegraaf tersebut, sang direktur teknik bersama tangan kanannya sekaligus kepala pemandu bakat Joël Lara berhasil menyusun skuad dengan dana terbatas "yang bisa serius bersaing memperebutkan gelar liga".
Salah satu rahasia besar di balik metode kerja Cruijff, menurut Verweij, adalah laptop milik Lara. Di Amsterdam, duo itu terkadang dipandang dengan sedikit keheranan, karena menurut Verweij mereka mengurung diri di sebuah kantor sejak pagi buta hingga larut malam sambil berjam-jam menatap laptop atau sibuk menelepon.
Laptop itu ternyata sangat bernilai bagi strategi transfer Ajax. Verweij menulis secara harfiah tentang hal itu: "Di 'ruang harta karun', yang tampaknya adalah laptop Lara, tersimpan situasi kontrak dari hampir setiap pemain di Eropa dan Amerika Selatan."
Karena itu, Cruijff dan Lara bisa bergerak cepat begitu ada peluang emas di suatu tempat. Saat perkenalannya dengan pers Belanda, Cruijff sudah menjelaskan dengan gamblang bagaimana ia ingin mendekati pasar transfer: "Siapa yang secara finansial tidak kuat, harus cepat atau cerdik."
Pendekatan itu berjalan sangat baik dalam kasus Julian Brandt. Cruijff sudah berbicara dengan pemain Jerman itu pada 1 April mengenai kemungkinan pindah secara gratis dan pada akhirnya berhasil membawanya ke Ajax, sementara menurut De Telegraaf beberapa klub yang lebih kaya serta PSV juga berminat.
Kedatangan Sofyan Amrabat juga dipersiapkan diam-diam selama berbulan-bulan. Cruijff dan Lara mengetahui bahwa pemain internasional Maroko itu ingin memutus kontraknya dengan Fenerbahçe dan dengan sengaja menjaga minat mereka tetap jauh dari sorotan publik, sehingga menurut surat kabar itu Ajax sudah memegang kendali penuh atas kesepakatan tersebut ketika kabar itu muncul ke publik.
Metode kerja itu kini telah menghasilkan sembilan pemain baru untuk Ajax, dengan hanya Marcos Leonardo, Caio Henrique, dan Viktor Tsygankov yang didatangkan dengan biaya transfer. Pada saat yang sama, klub juga menjual antara lain Mika Godts, Sean Steur, dan Chuba Akpom, sehingga berbanding 34,9 juta euro biaya transfer yang dibayarkan, kini sudah ada pemasukan lebih dari 100 juta euro.



