Dalam beberapa tahun ke belakang, Inggris dikenal melahirkan spealis bola mati papan atas seperti David Beckham, Frank Lampard dan Steven Gerrrard.
Di masa itu, sangat sulit membayangkan Michael Owen berlari ke sudut lapangan dan mengambil tendangan sudut sementara Beckham, Lampard dan Gerrard mengantri di kotak penalti menunggu bola.
Tetapi inilah yang terjadi di skuat Inggris di bawah komando Roy Hodgson. Harry Kane bertugas jadi penendang bola dari pojok lapangan di Euro 2016.
Bahkan di level klub Kane bukan penendang corner utama karena tugas ini jatuh pada Christian Eriksen atau Erik Lamela dan keputusan Hodgson membuat banyak pihak heran termasuk Teddy Sheringham.
"Entah kenapa Harry Kane mengambil tendangan sudut," ujar Sheringham dikutip dari Mirror.
"Antisipasi adalah aset paling penting striker. Mereka berpikir, bergerak, membaca pertandingan, memprediksi arah bola dan mencoba melesat lebih cepat dari bek."
"Hal seperti itu yang mendatangkan gol. Gelandang dan winger tidak punya insting serupa. Bagaimana dengan Inggris? Rooney jadi gelandang sementara penyerang lainnya ada di sudut lapangan. Ini tidak benar."
"Para striker seharusnya beredar di kotak penalti, mengintai peluang untuk menciptakan gol," tandasnya.


