Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, menyatakan keinginan Lionel Messi untuk meninggalkan Barcelona pada musim panas ini bukan ide yang bagus.
Messi sempat meminta untuk hengkang menyusul musim 2019/20 yang penuh gejolak, yang membuat Azulgrana dipermalukan Bayern Munich 8-2 di perempat-final Liga Champions dan kalah bersaing dengan Real Madrid di La Liga, sebelum striker asal Argentina itu memutuskan untuk tetap bertahan di Camp Nou pada musim ini.
Messi sempat dikait-kaitkan dengan raksasa Liga Primer Inggris, Manchester City, sedangkan Paris Saint-Germain, Juventus, dan Inter Milan juga dikait-kaitkan dengan pemain berusia 33 tahun itu.
Messi, peraih enam kali Ballon d'Or, memiliki klausul pelepasan di dalam kontraknya senilai €700 juta.
"Seperti yang selalu saya katakan, saya akan selalu ingin melihat Messi di La Liga. Jika dia bertahan di Barcelona, itu menjadi jauh lebih baik untuk Barcelona," ujar Tebas kepada wartawan tentang Messi.
"Persatuan antara Barcelona FC dan Messi sangat bagus untuk Barca, untuk Messi dan untuk La Liga. Saya tidak yakin apakah meninggalkan Barcelona akan menjadi ide yang bagus untuk Messi."
"Mungkin ya sebagai pemain, tapi tidak untuk Messi sebagai industri sepakbola, karena Messi adalah mesin dalam menciptakan industri di sekitarnya. Tidak yakin apakah itu akan berhasil untuk dia."
"Messi akhirnya akan bertahan, tapi saya harus mengatakan bahwa kami telah menjual hak TV La Liga di seluruh dunia selama empat tahun ke depan dan tidak ada yang menelpon kami meminta untuk membatalkan perjanjian itu jika Messi akan pergi. Tidak ada."
Krisis Covid-19 memaksa musim La Liga 2019/20 sempat ditangguhkan pada Maret sebelum dilanjutkan secara tertutup pada Juni, dengan Los Blancos akhirnya keluar sebagai juara.
La Liga musim 2002/21 sudah dimulai, namun kasus virus corona masih meningkat di seluruh Spanyol dan Eropa.
Tebas memperingatkan adanya krisis finansial jika pandemik virus corona memaksa sepakbola berhenti lagi.
"Kami membaca di koran bahwa kegiatan ekonomi tidak bisa dihentikan lagi, harus ada keseimbangan antara aspek kesehatan dan finansial," ujar Tebas lagi.
"Jika tidak, kita bisa beralih dari pandemi kesehatan menjadi pandemi finansial, yang akan sangat berbahaya."


