Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

2017-03-23-china-yudabao©Getty Images

Tantangan Yang Dihadapi Tiongkok Demi Jadi Kekuatan Sepakbola Baru

Sejumlah tantangan harus dihadapi Federasi Sepakbola Tiongkok (CFA) guna meningkatkan mutu sepakbola mereka dan menjadi kekuatan baru di masa mendatang, demikian ungkap wakil presiden federasi, Zhang Jian.

Chinese Super League (CSL) selaku kompetisi utama Tiongkok, tak dimungkiri telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir dan dengan dukungan para pengusaha kaya klub-klub mampu memikat nama-nama besar dengan rayuan gaji mewah.

Kekuatan finansial Guangzhou Evergrande, Shanghai Shenhua, Shanghai SIPG hingga deretan klub promosi seperti Tianjin Quanjian dan Hebei China Fortune mampu membuat mereka menjadi pusat perhatian baru di Asia dengan sukses menggaet sejumlah bintang dunia seperti Hulk, Oscar, Carlos Tevez, Axel Witsel dan Ezequiel Lavezzi.

Klub-Klub Kaya Tiongkok Dapat Surat Ancaman Dari AFC

Meski aktivitas belanja besar klub-klub tersebut mendapat kontrol ketat dari pemerintah Tiongkok, Zhang, yang juga merupakan anggota dewan FIFA, meyakini hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi CFA untuk bisa tetap berjalan pada trek rencana besar yang dicanangkan tahun lalu.

"Kami berada di fase pertama dari pertumbuhan sepakbola profesional dan banyak sekali uang yang datang ke pasar, itu membuat liga kami menjadi sangat kompetitif dan banyak orang menyaksikannya," tuturnya kepada Reuters.

"Liga profesional Tiongkok baru berjalan sekitar 20 tahun, dibandingkan dengan Eropa, di mana mereka telah memainkannya lebih dari seratus tahun maka kami masih sangatlah muda."

"Tapi kami berkembang sangat cepat dan pemerintahan pusat sekarang sangat fokus pada sepakbola. Liga sepakbola adalah hal yang sangat menarik, namun regulasi dan administrasi kami harus benar-benar cocok dengan liga."

2017-03-23-china-yudabao©Getty Images

"Kami menghadapi beberapa tantangan. Yang pertama dikarenakan adanya pertumbuhan cepat klub-klub, mereka berkembang sangat cepat namun situasinya tak sebanding dengan CFA yang baru melakukan reformasi dan punya arah kebijakan baru," lanjut Zhang.

"Di sistem yang lama, ketika CFA mempublikasi beberapa kebijakan maka semuanya akan mengikuti, tapi sekarang karena liga kami berkembang cepat maka harus ada sistem baru. Sekarang CFA dan klub-klub akan berembuk agar memastikan segalanya cocok dengan aturan baru."

Sejumlah kebijakan baru yang dibuat CFA mencakup regulasi tentang pembatasan daya belanja klub agar tak terus menggila seperti yang terjadi selama 18 bulan terakhir, serta menerapkan aturan yang tetap menguntungkan perkembangan pemain usia muda, terutama di bawah 23 tahun.

Lukas Podolski: Sepakbola Tiongkok 'Kriminal'

"Sekarang, level sepakbola Tiongkok ada karena kesalahan yang kami lakukan pada 10 hingga 20 tahun yang lalu," sebut Zhang. "Jadi, tak seorang pun yang tahu berapa lama itu bisa diperbaiki, mungkin 20 tahun ke depan."

"Di Inggris atau Jerman, ketika tim mereka tampil buruk maka federasi mereka butuh 20 tahun untuk menaruh rencana pengembangan dan itu yang kami lakukan sekarang di Tiongkok. Kami tak bisa mengatakan akan melakukan sesuatu dan tim akan mencapai level tertinggi dalam tiga atau lima tahun ke depan."

"Kami harus mempunyai rencana untuk mencapai level tertinggi di Asia pada 2030 nanti, jadi kami masih memiliki lebih dari 10 tahun untuk melakukannya dan memang butuh kesabaran. Tanpa kesabaran maka kami tak akan bisa sukses."

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google