LIPUTAN AURELIUS BALAKOSA DARI MADIUN
Pelatih Persis Solo Choirul Huda tetap optimistis tim besutannya bisa mendulang angka penuh ketika menjamu Mitra Kukar di Stadion Wilis, Jumat (23/8) sore WIB, pada laga perdana putaran kedua Liga 2 2019.
Persis mendapat sanksi komite disiplin (Komdis) PSSI berupa laga tanpa penonton satu kali akibat ulah suporternya ketika menjamu PSIM Yogyakarta. Padahal, itu merupakan kali pertama Persis mendapat dukungan langsung dari fans di stadion pada musim 2019. Choirul mengakui terasa janggal bila tak ada suporter di tribune.
“Tanpa dukungan suporter tentu ada sedikit beban yang dirasakan pemain. Namun saya yakin mereka malah termotivasi untuk memberikan hasil yang terbaik untuk suporter. Kami berharap para suporter memberikan doa,” kata Choirul.
“Mitra Kukar memiliki kedalaman skuad yang bagus. Saya meliaht mereka tidak terlalu melakukan perubahan komposisi pemain di putaran kedua ini. Hampir 70 persen pemain yang masih dipertahankan sejak musim lalu.”
Menjelang laga ini, Persis kedatangan kiper baru yang diboyong dari Madura United, Rafit Ikhwanudin. Namun, Rafit kemungkinan besar belum diturunkan di laga ini, karena belum lama bergabung.
“Saya dihubungi pelatih kiper dan manajer Persis untuk diajak bergabung. Tidak menyangka bisa bergabung dengan Persis. Saya ingin gabung Persis dari musim 2017, saat masih ada Gufron. Rezeki saya baru musim ini bersama Persis,” kata Rafit.
SIMAK JUGA: BERITA LIGA 2 2019!
Sementara itu, pelatih Mitra Kukar, Rafael Berges mengatakan, duel melawan Persis menjadi momentum untuk mencari tiga poin. Namun Berges mengkritik lapangan Stadion Wilis yang dinilai tidak cukup bagus untuk menggelar pertandingan.
“Kami memiliki motivasi berlipat untuk mengalahkan mereka di kandang. Jika mereka delapan kali belum terkalahkan, kami juga memiliki rekor bagus enam kali belum pernah kalah. Ini menjadi momentum kebangkitan Mitra Kukar. Kami butuh kemenangan,” kata Berges.
“Kami akan tetap bermain dengan karakter tim, tidak akan pernah berubah. Walaupun lapangan sedikit keras dan tidak rata, saya optimistis pemain bisa mengikuti strategi pelatih.” (gk-18)
