Pelatih Brasil Adenor Leonardo Bacchi enggan mengeluhkan absennya 11 pemain pilar ketika menghadapi tuan rumah Chile dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Monumental David Arellano, Santiago, Jumat (3/9) pagi WIB.
Kebijakan sejumlah pengelola liga di Eropa melepas pemain memperkuat tim nasional masing-masing dengan alasan pandemi COVID-19 membuat Brasil harus kehilangan beberapa pemain pilarnya.
Brasil banyak kehilangan pemain yang merumput di Liga Primer Inggris, seperti penggawa Liverpool Alisson, Fabinho, Roberto Firmino, Ederson, Gabriel Jesus (Manchester City), Thiago Silva (Chelsea), Fred (Manchester United), Richarlison (Everton), dan Raphinha (Leeds United). Begitu juga pemain di Rusia yang memperkuat Zenit, Malcom dan Claudinho.
Kendati demikian, Bacchi tidak mengeluhkan kondisi itu. Pelatih yang akrab disapa Tite ini masih memiliki stok dari kompetisi domestik dengan kualitas tidak kalah bagus, seperti Weverton, Daniel Alves, Joao Miranda de Souza Filho, dan Matheus Cunha (Hulk).
“Kami mempunyai 40 hingga 50 pesepakbola yang selalu kami pantau. Mereka merupakan pemain level atas dengan kualitas teknik dan pengetahuan, serta masa lalu di tim nasional maupun klub,” ujar Tite dikutip laman resmi federasi sepakbola Brasil (CBF).
“Hal ini membuat mereka cukup mumpuni untuk dipanggil ke tim nasional, dan menampilkan performa terbaik mereka. Kami mendorong persaingan yang sehat dan kinerja yang lebih baik.”
“Pemain sangat bangga menjadi bagian tim nasional, mulai dari yang muda sampai paling berpengalaman. Ketika kita melihat Miranda dan Dani (Alves), mereka sangat senang, dan memperlihatkan komitmennya dengan bekerja keras. Kita juga bisa melihat bagaimana sikap pemain muda ketika mereka datang ke sini (timnas).”
Tite menegaskan, Brasil tetap memperlihatkan permainan ofensif sekalipun bertanding di kandang lawan. Ia juga tidak menutup kemungkinan menerapkan tiga bek sejajar.
“Kami mencari proses kreatif yang lebih besar, gelandang yang lebih kreatif. Konstruksi kami terkadang sangat vertikal. Jika tim memiliki situasi pertahanan yang sulit, itu akan menjadi kemungkinan. Tetapi prioritasnya adalah konstruksi ofensif,” tegas Tite.
“Tiga bek kami memang bisa memiliki kemungkinan ini, saya tidak mengesampingkannya. (Tapi) Salah satu faktor yang kami miliki adalah soliditas pertahanan.”




