Kantor PSSIMuhammad Ridwan

Tanggal Kongres Pemilihan PSSI Tak Perlu Diperdebatkan Lagi

Kongres pemilihan PSSI untuk periode 2019-2023 bakal digelar tiga hari lagi. Akan tetapi, timbul polemik karena ada satu di antara calon ketua umum merasa agenda yang dilangsungkan 2 November mendatang tidak sesuai aturan FIFA.

Calon ketua umum yang dimaksud adalah La Nyalla Mattaliti. Beberapa hari lalu pria yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut memutuskan menarik diri karena hal itu.

La Nyalla beracuan dengan surat rekomendasi yang diberikan FIFA agar kongres pemilihan dilangsungkan pada Januari 2020. Ia menilai majunya agenda tersebut menyalahi aturan dari federasi sepakbola dunia itu. 

Namun, plt ketua umum PSSI Iwan Budianto, menyatakan FIFA tidak masalah kongres pemilihan dihelat pada 2 November 2019. Makanya ia berharap tak ada lagi perdebatan menyangkut tanggal agenda tersebut.

"Jauh lebih sulit memohon penunjukkan tuan rumah Piala Dunia [U-20] di Indonesia dibanding memohon memajukan atau memundurkan tanggal kongres. Jadi sudahlah rekan-rekan, anak bangsa Republik Indonesia, jangan lagi memperdebatkannya," kata Iwan, Selasa (29/10). 

"Mau tanggal 2, mau tanggal 9, mau tanggal 20, mau tanggal 21 tidak masalah. Kami ini memohon Piala Dunia saja sudah dikasih sama FIFA, apalagi cuma mau sekadar mengubah tanggal kongres," tambahnya.

Pernyataan Iwan dipertegas sekjen PSSI Ratu Tisha. Menurutnya, bila FIFA menolak tanggal digelarnya kongres pemilihan tersebut, tak mungkin Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

"Tapi karena kami sudah ditunjuk Piala Dunia U-20, maka komunikasi dan seluruhnya dengan FIFA pun pasti sudah baik, dan juga FIFA akan datang segera," ujar Tisha.

Iklan
0