Dion Cools, UAE v Malaysia, World Cup qualifier, 4 Jun 2021FAM

Tan Cheng Hoe Mundur, Dion Cools Ratapi Kekalahan Dari Timnas Indonesia

Palang pintu Malaysia Dion Cools merasa bersalah dirinya tidak dapat membantu Harimau Malaya lolos dari fase grup Piala AFF 2020 yang berimbas kepada pengunduran diri Tan Cheng Hoe.

Cheng Hoe sebelumnya menyatakan mundur dari kursi pelatih Malaysia, karena merasa gagal memenuhi target ke final. Kegagalan itu diperoleh setelah mereka menelan kekalahan 4-1 dari timnas Indonesia pada laga terakhir Grup B.

Laga itu juga menjadi laga pertama dan terakhir Cools di Piala AFF 2020. Cools absen memperkuat Malaysia di tiga pertandingan pertama melawan Kamboja, Laos, dan Vietnam, karena harus memperkuat klubnya, FK Midtjylland, terlebih dulu.

Cools sempat diharapkan dapat memperkukuh pertahanan Malaysia akibat absennya sejumlah pilar di pertahanan. Namun harapan itu tidak menjadi kenyataan, karena Malaysia dipaksa menelan kekalahan telak dari negeri tetangganya.

Pemain berusia 25 tahun ini menyampaikan penyesalannya atas kekalahan itu. Sebab, hasil duel melawan Indonesia memberikan pengaruh terhadap nasib Malaysia di turnamen sepakbola dua tahunan se-Asia Tenggara tersebut.

“Ini berita yang menyedihkan untuk didengar, karena saya pikir, kami sebagai pemain juga harus menyalahkan diri kami sendiri, termasuk saya. Tentu saja itu bagian dari sepakbola, tetapi ini bukan hari yang baik untuk mengatakannya seperti itu,” tutur Cools kepada Nadi Arena dikutip laman Stadium Astro.

“Ketika saya sampai di sana (Singapura), saya menyadari itu adalah pertandingan penting, dan saya pikir dalam sepakbola, Anda tidak perlu terlalu stres, karena Anda hanya perlu memastikan Anda dan tim Anda siap untuk bermain.”

“Jika Anda menganalisis pertandingan, Anda dapat melihat kami melakukannya dengan baik dalam beberapa saat, tetapi setelah itu, kami tidak dapat mengikutinya. Itu adalah sesuatu yang mengecewakan bagi saya juga, karena kami kalah dalam jumlah besar.”

“Tentu saja saya kecewa dengan diri saya sendiri, karena saya tiba di sana dengan harapan besar untuk lolos ke babak berikutnya, dan melakukan keajaiban tetapi itu tidak terjadi. Jadi, saya sangat kecewa. Tapi saya tidak akan pernah menyalahkan pelatih karena pada akhirnya, kami yang bermain di lapangan.”

Iklan
0