Bek Persik Kediri Arthur Irawan menyentil sesama rekan satu timnya selepas pertandingan melawan Persebaya Surabaya yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Selasa (13/12) sore WIB.
Persik sempat memimpin terlebih dahulu melalui penalti Arthur Silva pada menit kesepuluh. Namun Persebaya mampu menyamakan kedudukan lewat gol Sho Yamamoto. Keunggulan jumlah pemain, menyusul kartu kuning kedua yang diperoleh Dandi Maulana pada menit ke-69 tidak berhasil dimanfaatkan Persik.
Hasil imbang tersebut membuat Persik belum mampu meraih kemenangan hingga 14 pertandingan, sehingga mereka berada di dasar klasemen sementara. Di laga ini, Arthur hanya duduk di bangku cadangan.
Selepas pertandingan, Arthur memberikan kritikan kepada rekan satu timnya. Meski tidak menyebutkan individu, Arthur menilai sejumlah pemain Persik tidak layak dipertahankan di putaran kedua.
“Putaran kedua rombak. Banyak yang enggak layak pakai jersey ini,” tulis Arthur di Instastory akun Instagram pribadinya yang memperlihatkan foto hasil akhir pertandingaan yang diunggah akun Instagram resmi Persik.
Kekecewaan mendulang angka penuh pertama juga dilontarkan Divaldo Alves. Pelatih Persik ini mengatakan sejumlah pemain terlihat tidak siap menjalani pertandingan di tengah tuntutan performa bagus dari seluruh elemen tim.
“Tim kami bermain imbang, tapi saya merasa seperti kalah. Kami mulai bermain bagus dan mampu memimpin di babak pertama, tapi kembali harus pulang dengan satu poin saja,” cetus Divaldo.
“Sebenarnya tim bermain bagus, tapi kendala, ada pemain yang masih belum siap untuk Liga 1. Kami mau mencari tiga poin, jadi mau tidak mau harus kerja ekstra. Sikap pemain yang masuk harus lebih lagi usahanya.”
Divaldo menganggap psikologis menjadi faktor utama Persik. Di saat mereka unggul, dan Persebaya kemudian sukses mencetak gol, penggawa Persik hanya berusaha menghindari gawang mereka dari kebobolan lagi. Situasi berbeda justru diperlihatkan Persebaya.
“Saya tidak tahu apakah ini soal mental atau bukan. Saat kami bisa cetak gol, kami malah turun. Jadi, saat sudah kebobolan [oleh lawan], penjagaan diperketat. Padahal kalau kita lihat, penyerang Persebaya berusaha mencetak gol tambahan. Mereka punya dua kaki, pemain kami juga sama. Seharusnya kita bisa cetak gol juga,” tutur Divaldo.




