Gelandang Chelsea Mason Mount menilai pelanggaran Fikayo Tomori terhadap dirinya layak membuahkan hadiah penalti, tapi bek tengah AC Milan itu tidak pantas diganjar kartu merah.
Milan terpaksa bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-18 setelah Tomori diusir wasit karena melakukan pelanggaran terhadap Mount di kotak penalti. Akibatnya, Milan menelan kekalahan 2-0.
Meski dilanggar Tomori di kotak terlarang, Mount memberikan simpati kepada penggawa Milan tersebut, dan menganggap mantan rekannya di Chelsea itu tidak layak mendapatkan kartu merah.
“Dia jelas teman saya, saya sudah mengenal Fik untuk waktu yang sangat lama, dan saya dapat merasakan apa yang dia rasakan dalam situasi itu. Saya juga akan merasa tidak senang seperti dia,” kata Mount dilansir laman resmi klub.
“Saya tidak berpikir itu sebuah pengusiran. Apakah itu penalti? Mungkin ya. Saya pemain yang jujur, dan saya ingin mencoba mencetak gol, dan dia sedikit menarik saya ke belakang. Tetapi saya merasakan keputusan itu. Ini adalah hal yang sulit.”
Mount kemudian menjelaskan situasi yang dihadapinya ketika dilanggar Tomori. Menurutnya, ia masih sempat berusaha untuk berlari, karena mempunyai kesempatan makin menusuk di area penalti Milan.
“Saya merasa dia mencoba menarik saya kembali, tetapi saya berlari ke arah gawang, sehingga saya tidak akan terjatuh, dan saya merasa masih memiliki kesempatan untuk mencetak gol,” tutur Mount.
“Jadi saya melanjutkan, tidak mencetak gol, dan kemudian jelas wasit langsung memberikan penalti. Saya mungkin sedikit terkejut pada saat itu, karena saya masih lolos, dan mempuyai kesempatan.”
“Sulit untuk melihatnya diusir keluar lapangan. Anda masih ingin bermain 11 lawan 11, dan melakukannya dengan dua tim bagus, jadi itu mungkin sedikit merusak permainan. Itu sangat besar bagi kami dan kami jelas ingin memenangkan pertandingan, yang kami lakukan, tetapi saya masih merasa bersalah terhadap Fik.”
Kemenangan atas Milan memperpanjang catatan positif manajer anyar Graham Potter bersama Chelsea. Potter memberikan peran sedikit berbeda kepada Mount dibandingkan di era Thomas Tuchel. Mount bermain lebih sentral, dan cukup dalam di lini tengah Chelsea.




