Ujung tombak Manchester City Erling Haaland mempunyai kiat untuk mengendalikan emosi dan tenang saat melakoni pertandingan dengan tidur nyenyak tanpa ada gangguan.
Haaland dikenal dengan selebrasi meditasi selepas menejbol gawang lawan. Meditasi menjadi salah satu cara Haaland dalam menghilangkan stres dalam mengarungi pertandingan.
Pengenalan Haaland kepada meditasi tidak datang secara kebetulan. Sang ayah, Alfie, mengungkapkan, Haaland selalu penasaran dalam upayanya memperbaiki diri, termasuk di luar lingkup sepakbola.
“Saya pikir itu hal yang sangat bagus. Untuk bersantai, mencoba untuk tidak terlalu banyak berpikir, karena stres tidak baik untuk siapa pun. Saya benci stres, dan saya berusaha untuk tidak stres,” beber Haaland dalam wawancaranya dengan GQ.
“Konsep meditasi adalah mencoba melepaskan pikiran semacam ini. Ini benar-benar individual, tetapi bagi saya itu bekerja dengan sangat baik.”
Bukan itu saja. Haaland juga tidak asal ketika ingin tidur. Sejumlah persiapan ia lakukan agar mendapatkan tidur berkualitas, sehingga bisa dalam kondisi bugar keesokan harinya.
Tidak jarang Haaland memakai penutup mata penyaring cahaya berwarna biru di malam hari. Pemain berusia 22 tahun ini juga mematikan jaringan wi-fi di kediamannya.
“Saya benar-benar fokus pada tidur. Buat saya, mungkin hal terpenting dalam hidup adalah tidur. Tidak hanya banyak dan lama, tetapi juga tidur yang nyenyak,” ungkap Haaland.
Selain itu, meksi menyandang status pesohor sepakbola, Haaland tidak banyak melakukan aktivitas penuh glamor. Bahkan ia hampir jarang memainkan gim FIFA maupun menonton film.
“Saya mendapatkan pertanyaan ini, 'Apa yang Anda lakukan?' Saya benar-benar tidak melakukan banyak hal,” ucap penyerang asal Norwegia tersebut.
“Saya bangun di pagi hari, lalu sarapan, dan saya datang ke sini. Setelah itu saya menjalani perawatan. Setelah hari berlalu, saya pulang ke rumah, bersantai, dan bersiap untuk pelatihan berikutnya, membuat makan malam, dan kemudian tidur.”
“Saya tidak terlalu memikirkan pertandingan sebelum laga. Saya mencoba untuk kehidupan yang sedang dijalani, tidak memikirkan apa yang terjadi kemarin, atau apa yang akan terjadi besok.”


