Berita Live Scores
Cult Hero

Suratan Eks Manchester City Jack Rodwell

02.04 WIB 26/01/22
Jack Rodwell | Manchester City
Rodwell sempat digadang-gadang punya masa depan cerah karena penampilannya mantap ketika masih belia.

Setiap pesepakbola pasti mengalami pasang surut dalam kariernya. Ada yang mampu kembali ke puncak performa terbaiknya, namun tidak sedikit bak tertelan bumi.

Jack Rodwell, menjadi satu di antara pemain yang kariernya menurun tajam. Padahal, ia sempat memancarkan sinar terang saat usianya masih belia dan digadang-gadang punya masa depan cerah.

Tumbuh sebagai penggemar Everton, Rodwell bergabung dengan klub tersebut pada usia tujuh tahun. Ia lantas menjadi satu di antara pemain temuda yang tampil di Eropa ketika melakukan debutnya pada usia 16 tahun dalam pertandingan Piala UEFA melawan AZ Alkmaar, 20 Desember 2007.

Setelah memantapkan diri di Goodison Park, dan masuk ke skuad Inggris, Rodwell pindah ke Manchester City. Keputusan tersebut dianggap sebagian pihak keliru karena terlalu dini dan ia terganggu cedera.

Selama memperkuat Manchester City, Rodwell lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Ia kesulitan menembus skuad inti lantaran kalah bersaing dengan rekan setimnya yang lain.

Butuh menit bermain yang lebih banyak, Rodwell akhirnya gabung Sunderland pada 2014. Kepindahan tersebut diharapkan membuatnya bisa mengembalikan permainan terbaiknya.

Namun nyatanya Rodwell tetap terpinggirkan. Empat musim berseragam Sunderland, ia bermain sebanyak 76 pertandingan dengan mencetak tujuh gol dan tiga assist.

Dalam serial dokumenter Sunderland Til I Die yang tayang di Netflix, Rodwell digambarkan pemain yang buruk. Ia disebut tidak mau melakukan apa pun di klub selain mengumpulkan gajinya sebesar £70.000 per minggu.

Rodwell pun tak terima dengan persepsi yang ada di serial dokumenter tersebut. Ia menegaskan selalu berusaha keras untuk membantu Sunderland.

"Saya merasa seperti dijadikan kambing hitam tanpa melakukan kesalahan, sungguh. Saya siap bermain tetapi, untuk alasan apa pun, saya tidak pernah dipilih, hal-hal seperti itu terjadi di sepakbola," kata Rodwell dalam siniar Everton.

Pada Juni 2018 Sunderland melepas Rodwell ke Blackburn Rovers yang bermain di Divisi Championship. Ia tak lama membela klub tersebut cuma satu musim dan setelah itu dilepas.

Usai dibuang Blackburn Rovers, Rodwell tidak punya klub. Ia sempat melakukan trial di AS Roma, tapi pada akhirnya tidak diberikan kontrak.

Beruntung, Sheffield United yang promosi ke Liga Primer Inggris di musim 2020/21, menampung Rodwell. Alasan klub tersebut merekrutnya karena menilai kemampuannya masih belum habis.

"Dia adalah pemain sangat berbakat yang seharusnya bermain di Liga Primer secara teratur tetapi, karena satu dan lain alasan, dia tidak bermain. Dia punya sikap yang baik dan kami mau melihat bagaimana kondisi dia," kata manajer Sheffield United Chris Wilder.

Sayang, keputusan Sheffield United mengontrak Rodwell sia-sia. Ia tidak memberikan kontibusi sama sekali karena cuma bermain dua pertandingan dan klub tersebut terdegrasi.

Sheffield United memutuskan mendepak Rodwell. Pada November 2021, pemain yang kini berusia 30 tahun tersebut digaet klub Australia Western Sydney Wanderers, dengan durasi kontrak selama satu tahun.

Bagi Rodwell, Western Sydney Wanderers merupakan di luar Inggris pertama yang dibelanya. Maka dari itu, ia sangat antusias untuk memperkuat kesebelasan tersebut.

"Saya telah mencari kesempatan untuk bermain di Australia selama beberapa bulan dan dengan istri saya yang berasal dari Sydney barat, Wanderers adalah tujuan yang sempurna," ucap Rodwell.

“Australia seperti rumah kedua bagi saya, ini adalah negara favorit saya di dunia. Di situlah istri saya [Alana] dan keluarganya berasal. kami menyukai tempat ini."