Surat Perpisahan Emosional Claudio Marchisio

Komentar()
Getty
Simak surat terbuka yang ditulis Marchisio selepas memutuskan berpisah dengan Bianconeri...

Claudio Marchisio menulis surat terbuka yang mengiringi langkah kepergiannya dari Juventus pada musim panas ini.

Marchisio menutup lembaran 25 tahun kebersamaannya bersama Bianconeri pada pekan kemarin, setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya mulai dari akademi klub.

Dan, melalui suratnya, sang gelandang berusia 32 tahun merefleksikan perjalanan kisahnya bersama Juventus yang bergelimang kesuksesan.

Saya menghabiskan 25 tahun terakhir hidup ini membayangkan apa yang ingin saya capai dan mimpi yang ingin  saya capai bersama Juventus, tapi tidak ada momen seperti saat ini.

"Terlepas dari langkah profesional apa yang akan saya ambil atau sebaliknya, akan salah jika menyembunyikan bahwa hati dan DNA ini hanya memiliki dua warna [Juventus]. Saya mengenakan seragam Juventus untuk pertama kali saat berusia tujuh tahun, dan sejak saat itu saya tidak melepaskannya, bahkan tidak sedetikpun," buka surat Marchisio.

"Saya tumbuh dengan filosofi ini dan saya hanya mencoba meresapinya lalu menjadi dutanya, baik di atas lapangan maupun di luar lapangan setiap harinya."

"Dikatakan bahwa di Juventus 'kemenangan tidaklah penting, melainkan satu-satunya hal yang diperhitungkan'. Di belakang kalimat ini, yang sangat disukai oleh fans [ya karena bahkan sepertinya mustahil seperti saya sekarang ini] dikatakan oleh Presiden Giampiero Boniperti, ada arti terdalam kehidupkan kita."

"Menang tidaklah penting, kemenangan adalah perkaranya. Ketika Anda tumbuh, ketika mimpi Anda hampir menjadi nyata, Anda tidak membiarkan hal itu memasuki pikiran Anda. Anda bekerja keras dalam bayang-bayang idola Anda selamanya dan memberikan kemampuan terbaik Anda untuk seragam Anda, karena sekalinya terjahit untuk saya, sama artinya dengan kebanggaan, kegembiraan, dan tanggung jawab."

"Kemenangan tidaklah penting, kemenangan adalah perkaranya. Ketika idola-idola itu menjadi rekan setim Anda, Anda harus menjadi lebih kuat daripada kaki-kaki yang gemetaran saat memikirkan memasuki sebuah lapangan pertandingan."

"[Alessandro] Del Piero, [Pavel] Nedved, [Gianluigi] Buffon, [David] Trezeguet, [Mauro] Camoranesi, dan lain-lain karena semua orang tahu, menghormati kostum mereka, Anda harus melakukan bagian Anda. Ini tidak hanya berlaku para pemain, tapi juga untuk setiap suporter. Juventus juara karena mereka yang terbaik di dalam maupun luar lapangan."

"Kemenangan tidaklah penting, kemenangan adalah perkaranya. Ketika Anda menyimpan komitmen kepada diri sendiri untuk melakukan apapun agar tidak mengecewakan fans, pihak yang paling setia, tulus dan terbaik di dunia."

"Ketika Anda menyadari bahwa hidup Anda sudah berlangsung selama 25 tahun dan tiba-tiba menjadi bagian di dalamnya, hanya ada satu cara untuk terus juara dan mengetahuinya dengan cara apapun, saya tidak akan kehilangan apapun karena itu akan selalu menjadi bagian dari diri ini dan saya selalu menjadi bagian darinya, di manapun saya berada. Dengan cinta selamanya, Claudio."

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Sindrom Musim Ketiga Jose Mourinho Dimulai?
2. Tabrakan Dengan Cristiano Ronaldo, Kiper Chievo Masuk Rumah Sakit
3. Ini Dia Nominasi Pemain Terbaik UEFA 2017/18
4. Resep 'Comeback' Timnas Indonesia Lawan Hong-Kong
5. Tanpa Cristiano Ronaldo, Santiago Bernabeu Sepi Penonton
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Banner Serie A

 

Tutup