SC Cambuur mengecam keras para suporter yang menyalakan kembang api pada Minggu siang saat laga melawan Feyenoord dan menembakkannya ke arah lapangan serta tribun lain. Klub asal Friesland itu melaporkan bahwa lima suporter mengalami luka-luka akibat insiden tersebut dan menyebut kejadian itu "sepenuhnya tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat diterima".
Laga di Leeuwarden itu dihentikan setelah 12 menit setelah dari tribun suporter tamu di Tribun Selatan dinyalakan kembang api dalam jumlah besar. Menurut Cambuur, insiden itu tidak berhenti sampai di situ, karena kembang api juga ditembakkan ke arah lapangan dan tribun di sekitarnya.
Dampaknya ternyata lebih serius daripada yang semula dilaporkan. Dalam pernyataan resmi, Cambuur menyebut ada lima suporter yang terluka, dan kondisi mereka tidak baik. Mereka mengalami luka bakar, gangguan pendengaran, dan cedera mata sebagai luka utama. "Sudah sepatutnya seluruh perhatian dan kepedulian tertuju kepada para suporter yang terluka ini dan semua orang di klub sangat bersimpati," tulis klub itu.
Wasit Danny Makkelie mengirim kedua tim masuk ke dalam setelah insiden tersebut. Pertandingan akhirnya dilanjutkan setelah sempat terhenti, dengan Cambuur menegaskan bahwa keputusan itu sesuai dengan protokol KNVB dan diambil setelah berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait.
Cambuur tidak menyisakan keraguan soal bagaimana mereka memandang kejadian tersebut. "Harus jelas bahwa menyalakan dan menembakkan kembang api sepenuhnya tidak dapat diterima dan sama sekali tidak punya tempat di stadion sepak bola. Bersama pihak berwenang, kami akan melakukan segala upaya untuk melacak dan menghukum para pelaku."
KNVB juga merespons dengan kata-kata keras pada Minggu malam. "Menyalakan kembang api di stadion dilarang, tidak sehat, berbahaya, dan bertentangan dengan esensi sepak bola. Ini merugikan pemain, ofisial, dan suporter, serta juga dapat menimbulkan akibat serius, seperti yang dialami para suporter yang terkena kembang api."
Federasi sepak bola itu mengumumkan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. "Siapa pun yang bersalah dalam hal ini tidak pantas berada di stadion. Kami akan melakukan segalanya untuk melacak para pelaku dan menghukum mereka dengan tegas. Mereka antara lain dapat menghadapi larangan masuk stadion secara nasional karena menyalakan kembang api."





