OLEH DONNY AFRONI & DONI AHMAD
Pelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman merasa senang terhadap mentalitas pemain dalam mengatasi tekanan suporter PSS Sleman saat anak asuhnya memetik kemenangan 2-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (4/3) sore WIB.
Walau diakui sempat mendapat, Djadjang menilai gemuruh suara pendukung PSS tidak memengaruhi performa pemain. Menurutnya, hal itu justru membuat pemain makin termotivasi.
“Uji coba ini sangat bagus buat kami di hadapan pedukung PSS yang luar biasa. Kami sempat tertekan, tapi akhirnya bisa bangkit dan memimpin lebih dulu. Mungkin karena pemain termotivasi dengan adanya suporter,” ujar Djanur, sapaan Djadjang.
“Saya juga banyak menurunkan pemain muda, dan mereka masih perlu diasah lagi. Masih ada kesalahan elementer. Tapi secara keseluruhan permainan ada peningkatan dibandingkan melawan Barito [Putera].”
Dalam laga ini, Djanur kembali membuat perubahan dengan menurunkan pemain seleksi Martin Mugabi sebagai starter. Sedangkan Dilshod Sharofetdinov kembali tidak diturunkan.
“Dilshod belum fit, belum bisa diturunkan. Nantilah di uji coba berikutnya. Tidak fair jika saya paksakan dia. [Wilfred] Yessoh juga hanya saya mainkan di babak kedua,” jelas Djanur.
Selepas pemusatan latihan di Yogyakarta, skuat PSMS kembali ke Medan. Manajemen masih menunggu permintaan Djanur terkait pertandingan uji coba tambahan, mengingat kick-off Liga 1 diundurkan ke akhir Maret.
“Pemain akan tetap latihan di Medan melakukan persiapan. Untuk uji coba di Aceh, itu tergantung coach Djadjang, apakah dia ingin mengistirahatkan pemain, atau beruji coba,” kata direktur teknik Andry Mahyar Matondang.
Sementara itu, kondisi Sadney Urikhob yang mengalami cedera aducter massol dan hamstring makin membaik. Urikhob sudah mulai bisa jogging setelah ototnya kembali lentur.
“Kondisi Sadney sudah menunjukkan progres yang cukup baik. Penyembuhan sudah 90 persen. Sudah penguatan otot-otot atas, dan hari ini otot-otot bawahnya. Ini tinggal recovery saja,” kata dr Indra Feriadi (gk-71)
