Sudirman - Andritany ArdhiyasaPersija Jakarta

Sudirman Sebut Permainan Keras PSM Makassar Pengaruhi Pemain Persija Jakarta

Pelatih Persija Jakarta Sudirman menilai permainan keras yang diperagakan PSM Makassar memberikan pengaruh terhadap performa anak asuhnya, sehingga menelan kekalahan 2-0 pada laga perdana mereka di Grup B turnamen pramusim Piala Menpora 2021, Senin (22/3) malam WIB.

Persija sudah tertinggal menjelang babak pertama berakhir ketika umpan Yakob Sayuri dituntaskan Patrich Wanggai. Sedangkan gol kedua terjadi akibat kesalahan bek anyar Yann Motta Pinto dalam menguasai bola, sehingga dapat dicuri Yakob yang selanjutnya menjebol gawang Andritany Ardhiyasa.

Sudirman mengatakan, pertandingan pertama menjadi modal yang tidak bagus bagi Persija. Apalagi anak asuhnya tak memperlihatkan performa bagus, karena merasa takut berduel dengan penggawa PSM.

“Permainan spartan dari PSM, dan sedikit agak keras, memberikan pengaruh terhadap mental pemain. Akibatnya banyak pemain tidak berani mengontrol bola, sehingga cepat kehilangan bola. Itu menjadi masalah besar buat kami,” ucap Sudirman.

Terlepas dari itu, Sudirman mengakui ada dua kelemahan yang diperlihatkan pemain pada laga ini. Sudirman mengutarakan, latihan selama hampir satu bulan tidak menunjukkan hasil. Skema yang sudah disiapkan juga tidak berjalan mulus, karena pemain mudah kehilangan bola.

Persija vs PSMPersija

“Hasil ini tidak membahagiakan sekali, saya sangat kecewa dengan hasil ini. Ada beberapa momen yang diterapkan saat kami latih selama ini, tidak dijalankan pemain, terutama penguasaan bola,” cetus Sudirman.

“Pemain mestinya memahami kapan mereka masuk ke dalam, kapan harus memainkan bola. Tadi pemain sedikit memaksakan diri, terlalu ke depan, sehingga kami mudah kehilangan bola. Kami harus perbaiki itu.”

Komunikasi juga menjadi salah satu penyebab kegagalan Persija mendulang poin. Sudirman merujuk kepada gol kedua PSM yang disebabkan miskomunikasi antara Yann Motta dan pemain lainnya.

“Kendala bahasa memberikan pengaruh terhadap Motta, sehingga membuat kesalahan. Kesalahan seperti itu tidak perlu terjadi kalau mereka sudah saling mengerti komunikasi. Mungkin juga karena dia belum bisa bahasa Indonesia,” ucap Sudiran.

“Ada pemain yang sudah memperingatkan 'awas ada lawan', tapi dia tidak mengerti yang dimaksud rekan-rekannya. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) buat kami, karena komunikasi bisa memberikan pengaruh terhadap hasil di lapangan.”

SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!

Iklan
0