Sriwijaya FC harus mengakui keunggulan tuan rumah Bhayangkara FC dua gol tanpa balas di Stadion PTIK Jakarta Selatan, Jumat (12/10). Namun, Subangkit selaku juru latih tim tetap memberikan pujian untuk anak asuhannya.
Menurut Subangkit, para pemain Sriwijaya FC sudah berjuang keras untuk bisa mendapatkan poin dari lawatannya ini. Akan tetapi, karena kehilangan sejumlah pilar timnya sulit mengimbangi permainan Bhayangkara FC.
Dalam pertandingan tersebut Sriwijaya FC hanya membawa 15 pemain. Alhasil, Laskar Wong Kito, terpaksa mengubah beberapa posisi pemainnya untuk menambal kekosongan pilar yang absen.
Satu di antaranya adalah Marckho Sandy yang dipasang sebagai gelandang tengah. Padahal posisi asli pemain berusia 24 tahun tersebut bek kanan.
"Kami sepanjang pertandingan sudah berusaha agar menang. Tapi di babak kedua kami kehilangan banyak bola, permainan sudah bagus sebenarnya," kata Subangkit usai laga.
"Kenapa Marckho main di gelandang? Sekali lagi karena tidak ada pemain lagi setelah Zulfiandi ke timnas Indonesia. Kita tidak ada pemain lagi," ia menambahkan.
Akibat kekalahan ini, Sriwijaya FC menempati peringkat 12. Teja Paku Alam dan rekan-rekan mengoleksi 30 angka dari 25 pertandingan yang sudah dimainkannya pada musim ini.
Goal Indonesia

