LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MALANG
Pelatih PSIS Semarang Subangkit menyatakan kemenangan 1-0 tim besutannya atas Persela Lamongan di laga terakhir Grup E Piala Presiden 2018 di Stadion Kanjuruhan kemarin harus dibayar mahal dengan cederanya Gustur Cahyo Putro.
Gustur terpaksa ditarik keluar setelah bertabrakan dengan kiper Persela Alexander pada menit ke-42, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Tabrakan itu membuat kening Gustur mengalami robek.
Berdasarkan pemeriksaan computerized tomography (CT) scan, Gustur tidak mengalami pendarahan di kepala. Namun mantan pemain PS TNI ini harus mendapat jahitan.
“Kemenangan harus dibayar mahal, Gustur mengalami cedera di kepalanya hingga sobek, dan itu agak dalam sedikit. Tetapi dia masih sadar, mudah-mudahan saja kondisi cepat membaik. Menurut terapis harus istirahat selama tiga minggu,” jelas Subangkit.
PSIS mendapatkan kemenangan pertama di Piala Presiden setelah di dua laga sebelumnya menelan kekalahan. Perubahan formasi permainan dengan menempatkan tiga bek turut andil atas keberhasilan tersebut. Namun Subangkit tidak memastikan skema itu akan digunakan saat Liga 1 2018.
“Kami selalu melihat lawan yang dihadapi sebelum memutuskan kapan pakai bek tiga atau empat. Di kompetisi nanti setiap pertandingan akan berbeda. Saya harap mereka sudah paham dengan skema apapun,” ujar Subangkit.
Kendati demikian, penyelesaian akhir masih menjadi kendala bagi PSIS. Menurut Subangkit, Mahesa Jenar mendapatkan sejumlah peluang yang tak bisa dituntaskan pemain dengan baik.
“Pertandingan berimbang, banyak peluang, tapi Alhamdulillah bisa mencetak gol. Sepakbola memang seharusnya ada tekanan, itu saya tekankan saat waterbreak babak pertama. Setelah itu permainan berubah. Kalau mereka tidak menekan lawan, pasti kesulitan,” beber Subangkit. (gk-62)

