Luis Suarez merasa sakit hati dengan perlakuan manajemen Barcelona terkait kepergiannya dari klub, mengatakan dirinya tahu tidak lagi dibutuhkan hanya dari membaca berita-berita di media.
Setelah mengambil alih kursi kepelatihan Barcelona, beredar luas laporan yang menyebutkan Ronald Koeman tidak memiliki rencana untuk sang striker Uruguay dalam skemanya, sehingga memaksa Suarez untuk mencari klub baru.
Suarez nyaris pindah ke Juventus sebelum akhirnya bergabung dengan Atletico Madrid yang memakan biaya transfer €6 juta pada bulan lalu.
Berbicara kepada ESPN, pemain berusia 33 tahun itu mengaku tidak senang dengan cara dirinya mengetahui Barcelona tidak lagi membutuhkannya karena tidak langsung diberitahu oleh seseorang dari jajaran petinggi klub.
"Apa yang mereka lakukan sangat menyakiti saya dan keluarga saya," kecam Suarez. "Sikap dan tingkah laku mereka tidaklah benar."
"Saat mereka mengatakan kepada saya [bahwa saya tidak ada dalam rencana mereka], saya sudah mengetahuinya dari apa yang saya baca di media, dari yang dikatakan oleh orang lain kepada saya. Tidak ada seorang pun dari klub yang memberi tahu saya apa pun tentang itu, sampai akhirnya pelatih menelepon saya."
"Saya menghabiskan enam tahun di Barcelona dan saya selalu mengatakan bahwa klub membutuhkan penyerang baru yang lebih muda. Mereka tidak pernah mendengarkan itu dan membeli siapa pun yang bisa bersaing dengan saya."
"Para penyerang memiliki deretan rekor dan momen mereka tersendiri. Saya pantas mendapatkannya, setidaknya sebelum saya mengetahui dari media bahwa mereka tidak lagi menginginkan saya."
"Saya diliputi banyak ketidakpastian, karena saya tetap harus pergi berlatih waktu itu. Saya memberi tahu Leo [Messi] bahwa saya tahu apa yang klub akan lakukan terhadap saya. Saya pergi berlatih dengan suasana hati bahagia, tapi ternyata pulang dengan perasaan sedih."
Meski hubungannya dengan manajemen klub telah memburuk, tapi kecintaan Suarez pada Barcelona sebagai klub tidak pernah luntur.
Ia pun berjanji bahwa suatu hari nanti apabila membobol gawang Barcelona, tidak akan ada selebrasi yang dilakukannya, melainkan hanya akan meluapkan emosi dengan mengirimkan 'pesan' kepada para petinggi klub.
"Jika saya mencetak gol lawan Barcelona, saya tidak akan melakukan selebrasi berlebihan seperti orang gila, tapi yang pasti saya akan menunjuk ke suatu tempat [di mana manajemen Barcelona berada]," ungkap Suarez.
Suarez akan mendapatkan kesempatan pertamanya menghadapi mantan klubnya saat Barcelona bertandang ke Wanda Metropolitano pada 22 November mendatang.




