Timo Werner RB Leipzig 2019-20Getty Images

Striker Atau Sayap? Menerka Posisi Ideal Timo Werner Di Chelsea


OLEH  RONAN MURPHY   PENYUSUN  SANDY MARIATNA

Februari lalu, Frank Lampard tampak kesal setelah Marcos Alonso mencetak dua gol untuk menyelamatkan Chelsea dari kekalahan melawan Bournemouth. "Saya tidak mau seorang bek kiri yang jadi topskor tim ini," keluhnya.

Empat bulan berselang, Lampard telah mendapatkan apa yang didambakannya sejak menangani The Blues: seorang penyerang baru. Pada Kamis (18/6) ini, Chelsea resmi mengaktifkan klausul pelepasan Timo Werner dari RB Leipzig senilai £47,5 juta (€53 juta).

Dengan torehan lebih dari 30 gol untuk Leipzig di musim 2019/20, Werner diprediksi bakal menjadi mesin gol Chelsea di musim depan. Meski begitu, Lampard masih memiliki satu pertanyaan besar: posisi apa yang paling pas buat penyerang serbabisa asal Jerman ini?

Werner, 24 tahun, jadi rekrutan kedua Chelsea di musim panas ini setelah sebelumnya sukses mengamankan Hakim Ziyech, yang beberapa bulan lalu sudah lebih dulu diboyong dari Ajax senilai £33 juta.

Di sepanjang musim 2019/20, Lampard telah menggunakan banyak formasi dan kehadiran dua pemain baru ini membuatnya punya banyak opsi.

Formasi 4-3-3 secara tak terbantahkan jadi favorit Lampard. Jika sistem ini yang diterapkan di musim 2020/21, dia masih harus menentukan di posisi mana Werner akan cocok bermain.

GFX Chelsea Werner LWGoal

Striker muda Tammy Abraham tampil impresif di paruh pertama musim ini setelah musim lalu menjalani masa peminjaman di divisi Championship bersama Aston Villa. Namun, cedera membuat Abraham tergusur oleh Olivier Giroud sebelum semuanya terhenti akibat pandemi virus corona.

Giroud, sayangnya, bukan opsi jangka panjang buat Chelsea lantaran ia akan berusia 34 tahun pada September mendatang. Abraham pun diyakini akan kembali memimpin lini depan Chelsea di musim depan sembari terus mengasah pengalamannya.

Di sinilah Werner akan berperan sebagai penyerang sayap kiri untuk menyokong Abraham. Dengan kecepatannya, Werner bisa memanjakan Abraham dengan assist matangnya atau ia sendiri yang melakukan tusukan ke kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kanannya.

GFX Chelsea Werner STGoal

Jika Lampard tidak memercayakan posisi striker sentral kepada Abraham, dia bisa memasang Werner sebagai penggantinya. Werner bakal didukung oleh Ziyech dan Christian Pulisic di kiri dan kanannya.

Werner sendiri berkembang pesat di posisi tersebut bersama pelatih Julian Nagelsmann. Fakta bahwa musim ini adalah musim terproduktif Werner di sepanjang kariernya mengonfirmasi hal itu

Meski begitu keraguan tetap ada. Pasalnya, Werner gagal bersinar ketika menjalankan peran sebagai No.9 bersama timnas Jerman di bawah arahan Joachim Low.

Bagaimanapun, Werner masih berusia 24 tahun. Posisi sebagai striker bisa terus diasahnya seiring berjalannya waktu, meski ia sudah akrab sebagai winger sejak melakoni debutnya di Stuttgart pada 2013.

GFX Chelsea Werner LAMGoal

Formasi lain yang sering dipakai Lampard adalah 4-2-3-1 di mana Jorginho dan Mateo Kovacic bakal menjadi double pivot yang bisa diandalkan. Ini membuat lini serang The Blues lebih padat dan punya lebih banyak opsi.

Ziyech tampak natural sebagai No.10 untuk mengatur irama serangan. Sedangkan Werner dalam formasi ini lebih cocok sebagai gelandang serang kiri, dengan tugas yang mirip seperti saat menjadi sayap kiri di formasi 4-3-3

Yang sedikit jadi masalah, Werner mungkin akan kesulitan mengekspresikan diri di lini depan lantaran ia juga memiliki tugas bertahan. Kehadiran seorang gelandang bertahan tambahan bisa meringankan tugasnya sehingga Werner bisa lebih fokus menyerang.

GFX Chelsea Werner LFGoal

Saat melawan Bayern Munich di Liga Champions empat bulan lalu, Lampard menerapkan formasi tiga bek. Meski hasilnya mengecewakan, pendekatan ini beberapa kali sukses, seperti saat mengalahkan Tottenham Hotspur arahan Jose Mourinho dengan skor 2-1.

Di skema ini, Werner bisa bekerja sama dengan Marcos Alonso atau mungkin Ben Chilwell jika Chelsea jadi memboyongnya dari Leicester City. Kehadiran wing-back di sisi kiri bisa mendorong Werner untuk lebih dekat ke gawang, area di mana ia bisa menghadirkan dampak besar.

Leipzig beberapa kali juga menggunakan formasi tiga bek, yakni 3-4-1-2, tapi Werner lebih sering berperan sebagai striker untuk mendampingi Yussuf Poulsen atau Patrik Schick. Lampard mungkin bisa meniru skema ini dengan merotasi para penyerangnya sembari terus mencari posisi terbaik buat Werner.

GFX Chelsea Werner CFGoal

Bersinarnya Werner di Leipzig tidak bisa dilepaskan dari kebiasaannya dipasang sebagai salah satu dari dua striker di depan. Sejak dilatih Ralph Hasenhuttl, Ralf Rangnick, dan kini Nagelsmann, Leipzig memang konsisten memakai formasi 4-2-2-2.

Hasenhuttl mempertahankan formula tersebut di Southampton dan bukan tidak mungkin Lampard juga akan mengetesnya di Chelsea agar memudahkan Werner beradaptasi.

Semasa di Leipzig, topskor Piala Konfederasi 2017 itu memang terlihat bersinar jika dipasangkan bersama penyerang lain, entah itu dengan Poulsen yang punya fisik kuat maupun Schick yang punya kecepatan.

Artinya, Lampard bisa memasangkan Werner dengan striker bertipe apa pun. Selain Abraham dan Giroud, Chelsea masih memiliki Michy Batshuayi yang nasibnya di Stamford Bridge masih belum pasti.

Dengan demikian, Lampard memiliki banyak sekali opsi untuk memaksimalkan potensi Werner. Tentu bakal ada proses coba-coba sebelum Werner menemukan posisi ideal di klub barunya ini. 

Iklan
0