Presiden Real Madrid Florentino Perez menegaskan pihaknya tidak tertarik untuk memboyong Kylian Mbappe pada bursa transfer mendatang, mengingat Los Blancos sudah mempunyai deretan penyerang bagus.
Madrid pernah menyampaikan minatnya untuk memboyong Mbappe pada awal tahun ini, dan nyaris mendapatkan kesepakatan. Namun situasi berubah setelah Mbappe berubah pikiran di saat-saat terakhir, dan tetap bertahan bersama Paris Saint-Germain dengan memperpanjang kontraknya.
Belakangan, situasi Mbappe sedang memanas di PSG, terkait hubungan tidak harmonis dengan rekan satu timnya, Neymar. Madrid pun kembali dikaitkan untuk mendatangkan sang penyerang.
Namun Perez menegaskan, menghadirkan Mbappe di Santiago Bernabeu sangat tidak masuk akal. Menurut Perez, Madrid kini sudah memiliki striker bagus, dan mempunyai potensi untuk meraih Ballon d'Or di masa mendatang.
“Saya bahkan tidak memperhatikan rumor tersebut. Kami pernah mempunyai rumor dan gosip musim panas yang bagus, dan semua itu tidak ada gunanya sekarang,” cetus Perez dikutip laman 90 Min.
“Mengontrak dia sangat tidak masuk akal bagi kami sekarang. Penyerang kami berkembang dengan cara yang hebat. Vinicius dan Rodrygo adalah dua pemain yang hebat. Saya melihat mereka sebagai calon pemenang Ballon d'Or. Kita harus melihat bagaimana mereka terus berkembang.”
“Kami hanya fokus pada pemain yang kami miliki sekarang, dan kami baik-baik saja. [Eduardo] Camavinga, [Federico] Valverde, [Eder] Militao, dan [Aurelien] Tchoauemani masih muda,, dan memiliki masa depan yang menjanjikan di hadapan mereka.”
Dalam kesempatan yang sama, Perez menganggap pemberian anugerah Ballon d'Or kepada Karim Benzema bisa dibilang terlambat. Menurut Perez, setidaknya Benzema sudah mendapatkan gelar itu sejak beberapa tahun lalu.
“Akhirnya Benzema mendapatkan pengakuan yang layak dia dapatkan sebagai pemain terbaik dunia. Dia sudah sepantasnya mendapatkan ini bertahun-tahun lalu, karena dia menjadi yang terbaik selama tiga atau empat musim terakhir,” ucap Perez.
“Dia adalah kombinasi Ronaldo [Nazario] dan [Zinedine] Zidane. Dia melakukan dua pekerjaan itu pada saat yang bersamaan. Dia menggerakkan garis ofensif seperti yang dilakukan Zidane, dan menembak seperti yang dilakukan Ronaldo.”




