Manajer Southampton Ralph Hasenhuttl tanpa ragu menyebut Timo Werner sebagai salah satu striker terbaik di Eropa. Oleh karena itu, ia merasa Chelsea keliru dengan kerap memasang Werner melebar ke sayap.
Chelsea menginvestasikan dana besar senilai £47,5 juta untuk memboyong Werner dari RB Leipzig pada musim panas lalu. Menilik performa impresifnya di Jerman dalam beberapa musim terakhir, Werner diprediksi bakal bersinar di Stamford Bridge.
Sayang, ekspektasi tinggi itu belum terbukti. Penyerang 24 tahun ini memang sudah mencetak sembilan gol sejauh ini, tapi ia baru mencetak satu gol dalam 14 laga terakhir, itu pun saat menghadapi tim divisi empat Morecambe di Piala FA.
Werner pun terus dikritik meski ia terus dibela oleh manajernya, Frank Lampard. Namun, menurut Hasenhuttl, situasi ini disebabkan karena Chelsea tidak menempatkan Werner di posisi yang semestinya, yakni striker sentral.
"Saya mengenal Timo dengan sangat baik dan saya sudah sering melihatnya dalam situasi sulit seperti ini," kata Hasenhuttl, yang pernah melatih Werner di RB Leipzig.
"Kebanyakan itu terjadi karena ia tidak cocok dengan sistem bermain. Tim tidak bermain dalam sebuah sistem yang bisa membuatnya mengeluarkan kemampuan terbaik.
"Dia adalah tipe pemain di mana Anda yang harus beradaptasi dengan gaya bermainnya. Jika Anda melakukan ini, dia akan memberikan segala yang Anda butuhkan dari seorang striker."
"Ketika saya masih di Leipzig, kami fokus penuh dengan kualitasnya. Sebuah transisi cepat setelah menguasai bola adalah cara yang sempurna [untuk memaksimalkannya]. Ketika dilatih Julian [Nagelsmann], dia juga mencetak banyak gol."
Hasenhuttl menambahkan, "Anda harus menaruhnya di posisi terbaiknya sehingga dia bisa mengeluarkan seluruh kualitasnya di lapangan. Bagi saya, dia adalah striker terbaik di Eropa."
Hingga kini, Werner terus jadi sorotan di tengah menurunnya performa Chelsea akhir-akhir ini, yang membuat mereka terlempar dari persaingan juara Liga Primer Inggris. Berikutnya, The Blues dijadwalkan akan menghadapi Leicester, Rabu (20/1) dini hari WIB.




