Presiden Inter Milan Steven Zhang membantah dirinya ingin menjual klub, dan menegaskan akan tetap mendampingi Nerazzurri mewujudkan ambisi meraih emblem bintang kedua mereka dalam waktu.
Grup Suning yang dimiliki keluarga Zhang dikabarkan ingin menjual klub setelah gagal meraih Scudetto pada musim lalu, dan hasil mengecewakan di awal musim 2022/23. Bahkan Grup Suning disebut sudah mencari broker untuk penjualan klub. Hal ini sempat dibantah CEO klub Giuseppe Marotta.
Dalam keterangannya usai rapat umum pemegang saham (RUPS) hari ini, Zhang membantah rumor tersebut. Menurut Zhang, ia akan tetap bersama Inter untuk membantu klub ini makin berkembang.
“Setiap tahun saya selalu mendengar rumor ini, setidaknya selama hampir tujuh tahun. Kami sudah menenangi tiga trofi, dan kami terus berkembang. Kami tidak berbicara mengenai kemungkinan investor, Inter tidak pernah mengontrak broker manapun,” tegas Zhang dikutip laman La Gazzetta dello Sport.
“Target setiap musim adalah terus berkembang, baik di dalam maupun luar lapangan. Tim harus selalu kompetitif, dan semua manajer selalu bekerja dengan arah yang sama.”
“Meningkatkan pendapatan, berkembang di dalam dan luar lapangan, di area komersial: ini menjadi poin penting. Kami adalah klub yang melibatkan penggemar dan mitra, bahkan ketika kami tidak berada di lapangan.”
Zhang meyakini Inter bakal meraih kesuksesan seperti musim 2020/21 saat menjadi juara Serie A Italia. Menurut Zhang, seluruh elemen klub mempunyai ambisi yang sama, yaitu mendapatkan emblem bintang kedua di dada.
Emblem bintang pertama diraih Inter pada musim 1965/66 saat mereka meraih trofi Serie A kesepuluh. Inter kini hanya membutuhkan satu Scudetto lagi untuk mewujudkan ambisi itu.
“Di dunia sepakbola, setiap musim berbeda dengan musim sebelumnya. Setiap musim menceritakan kisahnya sendiri. Semuanya masih terbuka: kami memiliki jarak [cukup jauh] dari bintang pertama,” ucap Zhang.
“Kami yakin tantangannya masih terbuka, karena musim ini baru menjalani 11 laga. Kami akan bersaing memperebutkan gelar juara, dan itu sudah terjadi di masa lalu.”
“Apakah saya akan mengedepankan Scudetto dibanddingkan Liga Champions? Kami akan memberikan yang terbaik sampai akhir, dan para pemain tahu apa yang diharapkan dari mereka. Tentu saja, saya senang memberikan hadiah ketika ada hasil positif. Tetapi tanpa insentif atau bonus, pemain harus berjuang untuk finis di posisi teratas.”


