Berita Live Scores
Liverpool FC v Chelsea FC

Siapakah Stephanie Frappart? Wasit Wanita Yang Siap Ukir Sejarah Di Piala Super UEFA

17.36 WIB 14/08/19
Stephanie Frappart referee
Frappart dinilai sebagai salah satu wasit wanita terbaik dunia saat ini dan siap untuk mengembangkan kiprah ke kancah sepakbola pria.

Gelaran Piala Super UEFA antara Liverpool dan Chelsea di Istanbul, Kamis (15/8) dini hari WIB, akan menghadirkan sejarah baru dengan pertama kalinya dimpimpin oleh Stephanie Frappart, seorang wasit wanita.

Frappart, 35, asal Prancis, yang ditemani oleh dua asisten wasit wanita akan memimpin jalannya pertandingan yang mempertemukan Liverpool selaku juara Liga Champions musim lalu dengan Chelsea sebagai kampiun Liga Europa.

Dua asisten Frappart, sesama asal Prancis, Manuela Nicolosi dan Republik Irlandia, Michelle O'Neal, sama-sama pernah bekerja sama ketika memimpin final Piala Dunia Wanita 2019 di Lyon pada bulan lalu.

Penunjukkannya mendapat pujian dari presiden UEFA, Aleksander Ceferin lantaran dianggap sebagai sumber inspirasi bagi para wanita lainnya di Eropa lantaran mampu menjadi pelopor kesetaraan gender.

Siapakah Stephanie Frappart? Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang sang wasit wanita...

Di dunia sepakbola wanita, Frappart dinilai sebagai wasit terbaik yang pernah ada.

Dalam wawancara dengan surat kabar Prancis, L'Express pada 2014 lalu, Frappart pertama kali tertarik menjadi pengadil permainan ketika ia masih menjalani kiprah sebagai pesepakbola remaja di Val d'Oise.

Ia berhenti bermain sepakbola saat masih berusia 18 tahun demi mengejar mimpinya menjadi seorang wasit.

"Saya bermain sepakbola di kampung halaman di Val d'Oise, lalu sekitar usia 13 sampai 14 tahun saya mulai tertarik pada hukum dan aturan mengenai pertandingan sepakbola," kenang Frappart.

"Saya beralih profesi dan secara cepat mulai menjadi wasit pertandingan... sekitar 18 sampai 20 tahun, saya harus memilih di antara sepakbola [terus bermain] dan menjadi wasit."

Dan keputusannya terbukti menjadi yang tidak akan pernah disesalinya. Pada April lalu, ia menjadi wasit wanita pertama yang memimpin laga kompetisi pria Ligue 1 Prancis dalam laga antara Amiens dan Strasbourg.

Ia juga menjadi wanita pertama yang dipromosikan ke dalam kelompok elite wasit untuk beberapa pertandingan Ligue 1 musim 2019/20 ini.

Namun ia bukan merupakan wanita pertama yang ditugaskan untuk memimpin pertandingan kompetitif pria oleh UEFA, sebelumnya ada nama wasit wanita asal Swiss, Nicole Petignat yang mengemban tugas tersebut dalam laga kualifikasi Piala UEFA, antara tahun 2004 dan 2009.

Akan tetapi, Piala Super UEFA antara Liverpool dan Chelsea akan menjadi laga pria utama dalam kompetisi sepakbola Eropa yang akan dipimpin oleh seorang wasit wanita, sesuatu yang dianggap kepala bidang wasit UEFA, Roberto Rosetti memang layak didapatkan Frappart.

"Stephanie telah membuktikan selama beberapa tahun bahwa ia merupakan salah satu wasit wanita terbaik, tidak hanya di Eropa melainkan juga dunia," puji Rosetti.

"Ia punya kemampuan untuk memimpin pertandingan besar, seperti yang dibuktikannya dalam final Piala Dunia Wanita. Saya harap laga di Istanbul akan memberikan pengalaman lain baginya yang tengah memasuki periode puncak dalam karier sebagai wasit."

Frappart tidak melihat laga Piala Super UEFA akan menjadi pencapaian terakhir sekaligus terbesar dalam kariernya. Selain ingin terus menunjukkan eksistensi di dunia sepakbola Prancis, ia juga punya impian untuk mendapatkan tugas memimpin pertandingan pria di Liga Champions.

"Saya sudah mendaki beberapa langkah," ujarnya ketika ditanya soal target selanjutnya. "Langkah setelah ini bagi saya adalah menyatu dengan baik di Ligue 1. Tidak mudah, kami [sebagai wasit] siap mendapat tantangan setiap pertandingan."