Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, meradang melihat kesalahan anak asuhnya saat menelan kekalahan pertama di Serie A dalam drama tujuh gol di kandang Fiorentina, Minggu (21/1) dini hari WIB.
Rossoneri gagal mencuri puncak klasemen dari tangan Napoli setelah dua gol Zlatan Ibrahimovic dan satu gol bunuh diri Lorenzo Venuti tak mampu menjawab empat gol I Viola dalam laga yang berakhir 4-3 itu.
Pioli menyayangkan dua gol yang terjadi karena kesalahan anak asuhnya padahal sempat bermain bagus dan bisa memperkecil ketinggalan.
Kiper pelapis Ciprian Tatarusanu menghadiahkan gol cepat untuk Fiorentina pada menit ke-15 setelah tak bisa menangkap bola dengan baik, dan Fiorentina kian menjauh dengan dua gol tambahan di menit ke-45 dan 60.
Zlatan Ibrahimovic memang mencetak dua brace cepat di menit ke-62 dan 67 untuk memberi Rossoneri harapan, namun Theo Hernandez malah hilang konsentrasi dan Dusan Vlahovic mampu memanfaatkannya untuk mencetak gol keempat I Viola pada menit ke-85.
"Sebuah laga yang sangat tidak lazim. Kami bermain bagus di babak pertama dan tidak seharusnya ketinggalan 2-0, tapi namanya juga sepakbola, kami tidak memanfaatkan peluang dan harus membayar kesalahan kami," ujar Pioli kepada Sky Sports Italia.
"Penampilan babak kedua lebih berkarakter, berusaha menghindari kekalahan dan kembali bangkit, tetapi ketika Anda kemasukan empat gol, kekalahan serasa tak terhindarkan. Dan kami kalah."
"Kami kalah karena mereka mencetak empat gol dari lima percobaan. Seharusnya kami lebih fokus dan lebih memanfaatkan peluang. Sempat ada celah untuk bangkit, tapi kami tidak cukup tajam untuk membawa pulang hasil positif."
Meski akhirnya menelan kekalahan pertama di kancah domestik musim ini, Pioli mengajak anak asuhnya untuk segera belajar dari kesalahan.
"Menurut saya, sudah semestinya kami meresapi perihnya kekalahan ini dan memastikan agar tak terjadi lagi," imbuhnya.
"Bahkan dalam kekalahan ini, saya yakin tim ini sangat kuat dan kami akan belajar untuk masa mendatang."
"Kalah memang perih, kemasukan empat gol juga perih, tetapi kami membuktikan laga sangat terbuka hingga akhir. Jika tidak kemasukan gol keempat, kami bisa saja bangkit."




