Stefano Pioli memuji AC Milan setelah awal musim terbaik mereka di Serie A Italia dalam 67 tahun, dan sang arsitek mengatakan bahwa Torino sangat suli dihadapi, terutama dengan krisis cedera.
Rossoneri baru saja meraih kemenangan 1-0 atas Torino dalam lanjutan Serie A pekan kesepuluh di San Siro, Rabu (27/10) dini hari WIB.
Tendangan Olivier Giroud dari situasi sepak pojok sudah cukup menghadirkan kemenangan untuk tuan rumah, sementara peluang Torino lewat aksi Dennis Praet hanya membentur mistar gawang dan kiper AC Milan Ciprian Tatarusanu dipaksa melakukan sejumlah penyelamatan.
Dengan kemenangan ini, AC Milan tetap di puncak klasemen sementara dengan perolehan 28 poin, unggul tiga angka atas Napoli, yang baru akan bertanding lawan Bologna, Jumat (29/10) dini hari WIB.
"Ini adalah pertandingan keempat kami dalam 10 hari dengan opsi yang sangat sedikit untuk rotasi dan Torino sangat sulit dihadapi," ujar Pioli kepada DAZN.
"Kami mengendalikannya dengan bagus, menjaga itu, lalu Torino hanya benar-benar mengancam jelang akhir ketika mereka mengerahkan segala sesuatunya ke depan."
Dengan dihadapkan pada krisis cedera, AC Milan mampu meraih sembilan kemenangan dari sepuluh pertandingan di awal Serie A musim ini, sesuatu yang hanya bisa dilakukan klub sekali sebelumnya, yakni pada musim 1954/55.
"Saya mengetahui dan sangat mengapresiasi para pemain. Torino dalam kondisi yang sangat bagus, memainkan sepakbola yang bagus. Kami bermain terlalu ke dalam di babak kedua, tapi bahkan kemudian nyaris tidak mengambil resiko apa pun selain dari set play," ujar Pioli lagi.
"Jika kami ingin memainkan jenis sepakbola tertentu. Kami membutuhkan intensitas. Tentunya, sulit untuk berlatih sekarang dengan pertandingan setiap tiga hari, tapi kami menerima bahwa malam ini adalah pertempuran berbagai duel di sekitar lapangan dan kami memenangkan beberapa, kalah beberapa juga."
"Ada momen sulit di babak kedua, tapi kami datang bersama serta membawa pulang tiga poin yang sangat penting."
"Torino sangat agresif. Kami seharusnya lebih banyak memindahkan mereka dengan gelandang-gelandnag kami dan menciptakan ruang bagi para full-back untuk maju ke depan, tapi itu adalah perjuangan. Terkadang tepat dalam situasi yang rumit, dan penting bisa menyelesaikan pekerjaan seperti itu."




