Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menjadikan statistik Korea Selatan di Piala Dunia 2018 di Rusia sebagai acuan dalam menyusun taktik permainan skuad Garuda saat mengimbangi Thailand 2-2, Jumat (4/6) dinihari WIB.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Maktoum Bin Rashid Al Maktoum tersebut, Tae-yong menurunkan masing-masing lima pemain bertahan, dan gelandang. Tae-yong menjadikan Kushedya Hari Yudo sebagai striker tunggal.
Mantan pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 ini menginstruksikan pemain di lini tengah untuk menjadi pendobrak pertahanan lawan dibandingkan hanya sebatas menjadi pendistribusi bola. Taktik tersebut terus diasah selama menjalani latihan.
Skema ini membuahkan hasil cukup bagus, walau timnas senior sempat tertinggal dua kali. Dua gelandang, Kadek Agung dan Evan Dimas, tampil sebagai pencetak gol bagi tim Merah Putih. Bahkan proses gol yang dicetak Kadek Agung bisa dibilang indah, karena dihasilkan lewat umpan terobosan berkelas Syahrian Abimanyu.
“Di tim Korsel di Piala Dunia Rusia, lini kedua mencetak lebih banyak gol dibandingkan penyerang murni,” ungkap Tae-yong diwartakan laman Chosun Ilbo.
“Satu umpan yang menembus lini pertahanan, pergerakan cepat pemain di lini kedua, dan skema gol penyeimbang [Kadek] Agung sungguh menyenangkan. Pemain bersorak, dan bilang: 'Seperti yang dibilang pelatih, memang seperti itu'.”
PSSIHasil imbang melawan Thailand menjadi laga resmi kedua Tae-yong bersama Indonesia. Pada debutnya di kalender resmi FIFA, timnas senior menelan kekalahan 3-1 dari Oman. Tae-yong menggambarkan hasil imbang melawan Thailand bak lolos ke Piala Dunia.
“Saya berpikir saya telah lolos dari putaran final kualifikasi menuju Piala Dunia,” seloroh Tae-yong. “[Setelah pertandingan] saya dan [Akira] Nishino sama-sama bilang pertandingan yang bagus. Nishino mengucapkan terima kasih dalam bahasa Korea, dan saya membalasnya dengan menggunakan bahasa Jepang.”
Kendati demikian, Tae-yong mengakui dirinya sempat merasa gugup ketika pemain Indonesia melakukan pemanasan. Pasalnya, skuad yang dipimpinnya sekarang sebagian besar berusia muda, dan belum pernah memperkuat timnas senior.
“Ketika tim melakukan pemanasan, staf pelatih saya bilang: 'Saya belum pernah melihat Anda gugup seperti ini saat pemanasan'. Ini normal, karena mereka pemain muda tanpa pengalaman di tim senior,” ujar Tae-yong sambil tertawa.
“Tiga dari 11 pemain inti, Witan [Sulaeman], [Rizki] Ridho, dan [Pratama] Arhan masih berusia 19 tahun. Asnawi [Mangkualam Bahar] sedikit lebih senior, karena lahir tahun 1999.”
“Tapi pemain tanpa pengalaman di kompetisi internasional tak menyerah hingga menit akhir. Mereka terus berusaha memperlihatkan kemampuan terbaik. Saya mengucapkan terima kasih.”
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!
