imago-sport-1080580446.jpgGribaudi/ImagePhoto

Diterjemahkan oleh

Spalletti: Italia Pasca Kepergian Maldini Bagaikan Ponsel Tua dan Usang

Luciano Spalletti, pelatih Juventus, mengibaratkan kondisi timnas Italia setelah kembalinya Roberto Mancini seperti upaya memperbarui sebuah ponsel lama yang usang, sekaligus mengungkap visi taktisnya untuk memanfaatkan Karim Alagbeigovic dalam skema timnya.

Pernyataan sang pelatih kepada media itu disampaikan setelah kemenangan uji coba yang diraih Juventus malam ini dengan skor 2-0 atas Nice, lewat dua gol yang dicetak Douglas Luiz dan Justin Obouavodo.

Skuad tim masih jauh dari kata lengkap, di mana negosiasi telah mencapai tahap lanjut untuk merekrut Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain, serta Alagbeigovic dari Bayer Leverkusen.

Kemungkinan datangnya bakat timnas Bosnia dan Herzegovina itu memunculkan sejumlah pertanyaan tentang bagaimana ia akan bermain dalam susunan pemain inti bersama Kenan Yildiz, Kolo Muani, dan Francesco Conceicao.

Spalletti mengatakan kepada para jurnalis di mixed zone: "Saat ini kami kekurangan seorang penyerang murni yang mampu menahan bola, serta seorang pengatur serangan yang bisa memberinya suplai bola."

Spalletti menambahkan: "Kolo Muani adalah penyerang yang benar-benar komplet, karena ia bisa turun ke belakang dan menjalin kerja sama dengan para gelandang, serta bisa menyerang ruang dan bermain di sisi sayap juga. Sementara Alagbeigovic menurut saya lebih cocok untuk posisi pengatur serangan di belakang penyerang."

Hal ini mengindikasikan kemungkinan Kenan Yildiz tetap berada di posisi sayap kiri dengan kemungkinan mengandalkan skema 4-2-3-1, meskipun Alagbeigovic juga bisa bermain di posisi-posisi sayap tersebut.

Spalletti mengambil alih tugas melatih Juventus pada Oktober 2025, kurang dari empat bulan setelah pemecatannya dari kursi pelatih timnas Italia.

Timnas Italia mengalami penurunan hasil sejak kepergiannya, di mana tugas melatih tim silih berganti ditangani Gennaro Gattuso dan pelatih sementara Silvio Baldini, sebelum akhirnya Mancini kembali pekan ini.

Posisi pelatih kepala semula seharusnya menjadi milik Paolo Maldini, yang mengundurkan diri dalam waktu tiga pekan untuk memberi jalan kepada Claudio Ranieri.

Spalletti melanjutkan: "Maldini jelas mewakili sesuatu yang baru, dan itulah yang sangat kami butuhkan."

Ia menyambung: "Ini seperti upaya memperbarui firmware pada sebuah ponsel lama yang usang, tetapi sama sekali tidak berfungsi. Alih-alih membeli ponsel baru, kami justru bertahan dengan ponsel lama dan tidak memperbaruinya."

Mengenai apakah Ranieri dan Mancini adalah dua orang yang tepat untuk membawa Italia kembali ke jalur yang benar, Spalletti mengomentari: "Saya tidak bisa mengetahuinya. Maldini mewakili perpindahan ke gigi keempat dan melaju kencang di jalan, tetapi sebaliknya kami malah kembali ke gigi kedua."

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google