Ole Gunnar Solskjaer tidak bisa disalahkan atas performa buruk Manchester United, menurut opini Graeme Souness, yang mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan karena para pemain yang tampil jelek.
United terpuruk di posisi ke-15 klasemen sementara Liga Primer Inggris musim ini dan sudah tertinggal sembilan poin dari juara bertahan Liverpool - bersama dengan Southampton - yang berada di puncak.
Solskjaer melihat pasukannya membuka kampanye musim 2020/21 dengan kekalahan 3-1 saat menjamu Crystal Palace di Old Trafford dan itu menjadi salah satu dari deretan hasil buruk yang dicapai Setan Merah sejauh ini.
United juga kalah di kandang dari Tottenham Hotspur, Arsenal, sementara Chelsea mampu mencuri poin dari markas mereka dengan hasil imbang 0-0, membuat Red Devils baru bisa mengoleksi tujuh poin dari enam pertandingan.
Tekanan pada pundak sang manajer asal Norwegia itu memanas selepas kalah 1-0 dari Arsenal pekan lalu dan ditambah dengan kekalahan 2-1 di Liga Champions versus Istanbul Basaksehir.
Rumor menyebutkan bahwa eks bos Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino sudah disiapkan untuk menggantikan Solskjaer apabila tren negatif United terus berlanjut. Tapi Souness meyakini bahwa para pemain yang lebih patut disalahkan atas pencapaian buruk tim.
Sang legenda Liverpool merasa atmosfer tidak sehat di ruang ganti adalah alasan utama di balik terpuruknya United, dan Solskjaer sekadar dijadikan kambing hitam secara semena-mena.
"Saya pernah menjadi manajer, pernah dipecat, pernah di bawah tekanan dan ini bukan waktu yang mudah bagi Ole," kata Souness kepada Sky Sports. "Posisinya terancam dan itu adalah harga dari jabatan Anda ketika di klub seperti Manchester United."
"Saya membaca di surat kabar bahwa para pemain tidak akan menentang perubahan: para pemainlah yang membawa Manchester United ke situasi ini, bukan Ole! Para pemain tampil buruk. Namun beginilah sepakbola, semua fokus tertuju pada pergantian manajer."
"Anda harus meminta para pemain bercermin dan bertanya: bisakah saya bermain lebih baik? Saya ingin tahu apakah ada pemain Manchester United yang melakukan itu sekarang. Atau ini jalan yang mudah yang diharapkan, sebuah jalan keluar: 'Pecat manajer dan semuanya akan baik-baik saja'."
"Perlu ada koreksi diri di ruang ganti, secara kolektif mau pun individu, bertanya kepada diri masing-masing mengapa mereka berada dalam situasi ini."
"Ada beberapa pemain yang sangat bagus di ruang ganti: bersuaralah dan ambil bagian kalian. Untuk diri sendiri dan yang terpenting, lalu keluarga, lalu manajer dan klub sepakbola kalian."
"Itulah mengapa saya berhenti sebagai manajer sejak lama, Anda tidak bisa menuntut mereka lagi. Sebaliknya, memohon kepada mereka. Saya pikir pada akhir setiap kalimat Anda harus mengatakan 'Tolong' sekarang ini. 'Tolong bisakah kalian berlari sedikit lebih kencang... tolong bisakah kalian sedikit lebih agresif... tolong bisakah kalian memberikan segalanya."
"Di United, tidak ada pertandingan yang mudah, setiap pertandingan adalah final. Melihat dari luar klub, ada banyak pemain yang bersantai, berusaha menyalahkan orang lain."


