LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Manajemen PSMS Medan mengikuti saran operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mendaftarkan Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, sebagai alternatif kandang Ayam Kinantan.
PSMS sebelumnya sudah mengajukan Stadion Utama Riau setelah Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam dinyatakan tidak lolos verifikasi. Stadion Harapan Bangsa sebelumnya pernah dipakai untuk turnamen Aceh World Solidarity Cup (AWSC) 2017 yang diikuti timnas Indonesia.
Hanya saja, stadion tersebut juga bermasalah dengan kondisi lapangan yang buruk bila hujan turun. Bahkan, laga antara Mongolia kontra Brunei Darussalam terpaksa dibatalkan.
“Mereka minta kami cari cadangan, dan mereka menyarankan Harapan Bangsa. Memang kami juga ajukan stadion Utama Riau, tapi kabarnya lampunya bermasalah dengan pihak lain. Jadi sesuai surat dari PT LIB mereka akan verifikasi Stadion Harapan Bangsa tanggal 9 Februari,” jelas sekretaris klub Julius Raja.
Julius menambahkan, Stadion Teladan untuk sementara dinyatakan tidak lolos verifikasi bersama dua lainnya, yakni kandang PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto dan Stadion Marora (Perseru Serui). Saat ini manajemen mengupayakan renovasi Stadion Teladan bisa selesai sesuai batas waktu, yakni 25 Februari.
“Memang dinyatakan tidak lolos, tapi itu hasil sementara, karena kami masih punya kesempatan memperbaiki catatan-catatan yang diberikan PT LIB sesuai hasil verifikasi. Mereka akan kembali verifikasi tanggal 25 Februari. Di situlah akan ditentukan bisa atau tidaknya Stadion Teladan,” tutur Julius.
Sejumlah catatan yang diberikan PT LIB harus segera dituntaskan sebelum tenggat waktu tersebut, antara lain membenahi lapangan dan lampu stadion, serta beberapa ruangan yang ditentukan PT LIB.
“Seperti lapangan harus dikeraskan tanahnya. Selain itu lampu harus ada penambahan dari 225 lux ke 800 lux sesuai standar yang diminta PT LIB. Selain itu beberapa ruangan seperti P3K, match commisioner, wasit, dan pers harus dingin jadi ditambah AC nya. Saat mereka cek memang tidak bekerja pendinginnya,” kata Julius.
“Di luar stadion, mereka minta dibuat pintu yang zigzag agar penonton tidak langsung menyerebot masuk. Demi keamanan pemain. Catatan-catatan itu yang harus dibenahi dalam sebulan ini. Saya sudah laporkan ke pak wakil wali kota [Akhyar Nasution] untuk segera ditindaklanjuti.” (gk-71)

