fotball(C)Getty Images

Soal Rekomendasi Sepakbola Tanah Air Dibekukan, Semua Pihak Diminta Ikuti Aturan FIFA

Komnas HAM RI merekomendasikan agar PSSI membekukan seluruh pertandingan sepak bola buntut dari tragedi Kanjuruhan, Malang 1 Oktober lalu. Pembekuan ini diminta dilakukan sampai adanya standarisasi substantif terhadap seluruh pengawas dan perangkat pertandingan sesuai aturan dari PSSI, AFC dan FIFA.

Namun, rekomendasi itu dikhawatirkan menjadi bentuk intervensi kepada keberlangsungan ekosistem sepakbola Tanah Air yang muaranya dapat mengundang sanksi FIFA. Mantan ketua asosiasi profesor keolahragaan Indonesia (Apkori) profesor Djoko Pekik menilai pembekuan yang direkomendasikan pemerintah bisa berdampak terhadap datangnya sanksi FIFA. Menurut dia, FIFA bisa menafsirkan desakan itu sebagai bentuk dari intervensi.

“Paling tidak kita khawatir FIFA bisa menganggap hal ini sebagai bentuk intervensi,” ujar sosok yang pernah mengisi posisi mantan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini, Sabtu (5/11).

Oleh karena itu, ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY ini menegaskan solusi yang bisa diambil untuk menyelesaikan masalah adalah Kongres Luar Biasa (KLB). Dari KLB tersebut harapannya terjadi reformasi total baik lembaga hingga program khususnya untuk akselerasi pembangunan sepakbola modern yang bisa membawa prestasi dunia.

Apa yang disampaikan sosok yang akrab disapa prof Joko itu juga sejalan dengan pernyataan Menpora Zainudin Amali. Beberapa hari lalu ia telah menegaskan pemerintah tidak akan ikut campur dalam pelaksanaan KLB yang akan dilakukan PSSI, termasuk juga tidak akan melakukan intervensi apa pun.

Terpisah, mantan anggota komite etik FIFA, Dali Tahir, mengajak semua pihak turut berpegang kepada pedoman dalam membenahi sepakbola dalam negeri. Hal ini agar sepakbola Indonesia tidak sampai memalingkan sikap dari aturan dari FIFA yang apabila dilangkahi, justru akan mengundang konsekuensi merugikan dari FIFA.

"Kita ikuti aturan FIFA. FIFA ini organisasi profesional, anggotanya 211 negara, bahkan lebih banyak dari PBB yang beranggotkan 193 negara, PSSI berjalan di koridor aturan," ucap Dali.

"Saya di sini berkewajiban menyampaikan, pasal di statuta FIFA itu menyebutkan; menolak dengan keras segala macam bentuk intervensi pihak ketiga dan pemerintah."

"Tentu ada kecemasan kena sanksi. Tahun depan ada Piala Dunia U-20. PSSI yang sekarang dipimpin oleh [Mochamad] Iriawan ini yang bawa Piala Dunia U-20 ke Indonesia, bila kita diskors sudah pasti Piala Dunia U-20 tidak jadi digelar di sini. Apa kita mau arahnya ke sana?".

Sementara itu hasil dari investigasi Komnas HAM telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Selain meminta agar PSSI membekukan seluruh pertandingan sepakbola mereka juga agar PSSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap statuta, aturan keamanan dan keselamatan, kode disiplin, perjanjian kerjasama dengan pihak terkait dengan pertandingan sepakbola.

Komnas HAM juga meminta PSSI agar bekerja sama dengan klub untuk pembinaan suporter. Kemudian PSSI juga perlu bertanggungjawab secara kelembagaan atas tragedi tersebut dan mematuhi proses hukum.

Lalu PSSI diminta indikator pertandingan berisiko tinggi yang akuntabel dan meletakkan aspek keamanan dan keselamatan serta ketersediaan

Iklan
0