Sekjen PSSI Yunus Nusi mengungkapkan pihaknya menunggu surat keberatan Persebaya Surabaya terkait sikap pemain PSS Sleman Wahyudi Hamisi agar bisa ditindaklanjuti ke komite disiplin (Komdis) PSSI.
Persebaya melalui akun media sosialnya telah mengecam perbuatan Hamisi yang terjadi pada menit ke-16, karena dianggap bisa membahayakan nyawa pemain asing mereka, Bruno Moreira.
Dalam peristiwa itu, bola mengarah ke Moreira yang sedang mengerang kesakitan karena dilanggar pemain PSS, coba ditutup oleh Ripal Wahyudi, karena sangat dekat dengan kepala rekan satu timnya itu.
Namun Hamisi dengan ganas tetap berusaha menendang bola, meski si kulit bundar berada di sebelah kepala Moreira. Akibatnya, sepakan Hamisi mengenai kepala Moreira. Insiden itu terjadi di hadapan wasit Ginanjar Latief.
Yunus menyayangkan aksi yang dilakukan Hamisi. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi jika ada kesadaran dari seorang pemain untuk menghindari aksi yang bisa mengancam keselamatan pemain lainnya.
“Kebetulan saya juga nonton Persebaya lawan PSS Sleman, kami sangat menyayangkan insiden itu. Kami sudah berkoordinasi dengan Komite Wasit Pak Rudy, kami berharap ada evaluasi termasuk juga sanksi berat terhadap pemain,” ujar Yunus.
“Kami melihat, di depan wasit kejadian itu terjadi, dan berharap ada respect dari pemain, jangan sampai saling mencederai, karena itu berakibat fatal. Sudah ada beberapa pemain yang meninggal di Riau, di Persela, dan kami berharap hal ini tidak terulang.”
“Kami kasihan dengan pemain jika tidak terlindungi nyawanya. Pertandingan Persebaya kami jadikan evaluasi, dan kami sudah berkoordinasi dengan Komite Wasit. Kami masih tunggu surat keberatan dari Persebaya agar masuk ke ranah komite disiplin.”
Dalam pertandingan itu, Persebaya tampil sebagai pemenangan dengan skor 2-1. Dua gol Persebaya dicetak Muhammad Iqbal ketika laga baru berjalan satu menit, serta penalti Moreira saat pertandingan berjalan setengah jam. Sedangkan gol PSS dilesakkan Esteban Vizcarra di menit ke-47.


