LIPUTAN ALVINO HANAFI
Pesepakbola kelahiran Belanda, Kevin Diks, menyampaikan curahan hatinya kepada gelandang Persija Jakarta yang juga berasal dari negaranya, Marc Klok, terkait proses naturalisasi menjadi warga negara Indonesia (WNI).
Klok tinggal selangkah lagi mewujudkan keinginannya menjadi WNI, karena hanya menunggu keputusan presiden (Kepres) RI sebelum diambil sumpah di kementerian hukum dan hak asasi manusia (Kemenkumham).
Diks mengungkapkan, ia kerap membicarakan masalah naturalisasi ini dengan Sandy Walsh. Sebelumnya, Walsh juga ramai disebut akan dinaturalisasi, karena mempunyai darah Indonesia. Selain Walsh, Diks juga berkomunikasi dengan Marc Klok. Berbeda dengan Diks dan Walsh, Marc Klok sama sekali tidak memiliki darah Indonesia.
“Saya berkomunikasi dengan Sandy tiga hari lalu, dia bilang masih kontak dengan PSSI. Dia punya masalah yang sama. Kami bicara, bagi kami ini adalah mimpi [memperkuat Indonesia],” ucap Diks dalam diskusi virtual yang dihadiri Goal Indonesia.
“Saya pernah mengunjungi Marc Klok ketika ke Indonesia. Saya bicara pada Marc yang sebentar lagi akan menjadi WNI. Ini bukan soal ketertarikan (PSSI), tetapi prosesnya yang sulit, ini masalah sulit.”
ProShots“Bukan Sandy atau saya yang yang harus melakukan pendekatan [ke pemerintah], tapi PSSI yang melakukan prosesnya. Bukan saya yang harus datang ke PSSI. Kami berdua tertarik, dan kami menunggu apa yang akan terjadi.”
Beberapa waktu lalu, PSSI melalui rilis resminya telah menegaskan tidak berminat membantu proses naturalisasi Diks. PSSI ingin memprioritaskan pemain keturunan yang masih punya peluang memperkuat timnas U-19. Di sisi lain, usia Kevin saat ini sudah menginjak 24 tahun.
Selain itu, PSSI menganggap Diks mustahil bisa memperkuat timnas Indonesia, lantaran terbentur aturan FIFA. Dalam aturan FIFA disebutkan bahwa seorang pemain tidak bisa berpindah federasi jika sudah memperkuat tim nasional federasi asal dalam kompetisi apapun saat usianya sudah lebih dari 21 tahun. Dalam hal ini, Kevin pernah memperkuat timnas Belanda U-21 saat usianya sudah menginjak 22 tahun.
Situasi itu tidak jauh berbeda dengan kasus yang menimpa striker Sevilla, Munir El-Haddadi, yang mau dinaturalisasi Maroko. FIFA telah menolak pengajuan federasi sepakbola Maroko (RMFF) agar El-Haddadi bisa memperkuat tim nasional mereka.
Berdasarkan keterangan FIFA yang diterima RMFF, El-Haddadi terbentur salah satu klausul keikutsertaannya di timnas Spanyol U-21 sesuai dengan peraturan baru. Kala itu, meski berusia 21 tahun, El-Haddadi dua bulan lebih tua ketika memperkuat timnas Spanyol U-21.
Kendati demikian, Diks masih menyimpan keyakinan bisa membela timnas Indonesia di kemudian hari, dan tetap menunggu respons dari PSSI mengenai keinginannya tersebut.
“Saya tertarik untuk memperkuat negara dari leluhur saya. Saya pikir mereka akan bangga. Saya mau memperkuat negara leluhur saya dari nenek dan kakek saya. Bukan saya yang memutuskan, tapi PSSI,” imbuh Diks.
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!
